Sabtu, Juli 20, 2024

Creating liberating content

Terkait Amdal dan Limbah,...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berkomitmen ikut berkontribusi mengurangi...

E-Commerce Akui Penjualan Bahan...

Jakarta, Limbahnews.com - E-commerce B2B resin atau biji plastik pertama di Indonesia, Tokoplas.com...

Pemerintah Beri Insentif PPN,...

Jakarta, Limbahnews.com - Pemerintah saat ini terus memperbaiki ekosistem industri daur ulang sampah...

Naksir Pengolahan Limbah Tambang,...

Ilustrasi pemulihan lahan bekas tambang (Mikrobios.id)Jakarta, Limbahnews.com - PT PP Presisi Tbk (PPRE)...
BerandaLimbahCara Membuat Pupuk...

Cara Membuat Pupuk Cair dari Air Cucian Beras

Air cucian beras mengandung mineral penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium.

Sebagai orang yang menjadikan nasi sebagai makanan pokok, kita menghasilkan limbah air cucian beras setiap hari. Limbah ini berasal dari proses pencucian beras sebelum dimasak, untuk menghilangkan debu dan kotoran yang mungkin ada di dalamnya.

Mungkin karena kita mengapa ini kotor, maka kita cenderung membuang limbah ini begitu saja. Padahal, air cucian beras kaya akan nutrisi yang dapat membantu tanaman tumbuh subur.

Menurut Theplantmail.com.au, air cucian beras mengandung mineral penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Selain itu, pati dalam air beras juga menyediakan karbohidrat bagi tanaman yang dapat disimpan dalam membran sel tanaman sebagai sumber energi. Ini juga mengandung bakteri menguntungkan yang dapat meningkatkan kesehatan tanah

Pemanfaatan air beras sebagai pupuk alami dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, memperkuat akar, meningkatkan ketahanan terhadap hama dan penyakit, dan memperbaiki struktur tanah. Ini bahkan dapat meningkatkan cita rasa buah dan sayur. 

Cara Membuat Pupuk Cair dari Air Beras

Untuk membuat pupuk air beras, kamu membutuhkan beras, air, bioaktivator EM4, molase atau larutan gula merah atau gula pasir dan wadah tertutup.

Berikut cara membuat pupuk dari air beras, seperti yang disosialisasikan oleh KKN Tematik UNDIP di Desa Ngrapah, Kecamatan Banyubiru, Semarang pada 17 Desember 2023 lalu:

  • Cuci beras dengan air seperti biasa, dan kumpulkan airnya.
  • Campurkan air cucian beras dengan bioaktivator EM4 dan larutan gula. Takarannya adalah 10ml bioaktivator EM4 dan 10 ml larutan gula untuk 1 liter air beras.
  • Simpan campuran tersebut dalam wadah tertutup.
  • Biarkan terfermentasi selama 14 hari.
  • Setelah 14 hari, pupuk organik cair siap digunakan. 

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...