Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Omset Emiten Daur Ulang...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), produsen staple buatan/Recycled Polyester...

DKI Jakarta Larang Kantong...

Ilustrasi sampah plastik di TPS Sunter Koja, Jakarta. (Ist)Jakarta, Limbahnews – Bebeharapa hari...

Indonesia Luncurkan Bursa Karbon,...

Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan Bursa Karbon pada hari Selasa lalu (26/9/23) ....

Adhi Karya Bidik Pendapatan...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mengincar pendapatan berulang atau recurring...
BerandaLimbahKitosan dari Limbah...

Kitosan dari Limbah Kulit Udang Berpotensi jadi Bahan Gigi Tiruan

Kitosan memenuhi syarat basis gigi tiruan

Kitosan, senyawa yang diperoleh dari limbah kulit udang, memiliki potensi luar biasa sebagai bahan pengembangan di bidang medis. Sifat-sifat uniknya, seperti biokompatibilitas dan antibakteri membuatnya bisa digunakan dalam pembuatan gigi tiruan.

Potensi ini digali oleh Prof. Titik Ismiyati, Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, yang beberapa waktu lalu dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Prostodonsia.

Prof Titik mengatakan bahwa kitosan memenuhi syarat basis gigi tiruan, yaitu tidak mengiritasi, kuat, tidak terpengaruh oleh cairan mulut, tidak larut, tidak menyerap cairan mulut, dan non-toksik. Dia bahkan menyebutkan bahwa pemilihan bahan resin akrilik, yang saat ini merupakan bahan favorit untuk gigi tiruan, perlu dikaji secara mendalam agar dapat memenuhi syarat ideal sebagai basis gigi tiruan.

Penelitian mengenai penggunaan kitosan dalam pembuatan gigi tiruan telah dilakukan pada bahan basis gigi tiruan flexible denture, yaitu termoplastik nilon. Menurut Prof Titik, bahan termoplastik nilon menawarkan kelenturan yang lebih baik dibandingkan dengan resin termoplastik, sehingga penggunaannya lebih nyaman. Selain itu, desainnya tidak memerlukan klamer logam sebagai cengkeram, sehingga memberikan keunggulan tambahan dari segi estetika.

Namun, bahan termoplastik nilon memiliki kelemahan seperti rentan terhadap abrasi, tidak tahan terhadap goresan, bersifat higroskopis, dan berpori, sehingga cenderung menyerap pewarnaan dan molekul dalam saliva, yang dapat menyebabkan perubahan warna.

Hal ini dapat menjadi pemicu terbentuknya koloni mikroba seperti Candida albicans pada gigi tiruan yang menggunakan termoplastik nilon, kata Prof Titik.

Kabar baiknya, kitosan dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans. Untuk mencapai tujuan itu, termoplastik nilon harus dicampur dengan nano kitosan berat molekul tinggi. Hasil dari campuran ini terbukti dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans.

Kitosan adalah polisakarida alami yang dihasilkan dari kitin, suatu senyawa yang ditemukan dalam kulit atau cangkang hewan laut seperti udang, kepiting, dan krustasea lainnya. 

Kulit udang memiliki potensi untuk diolah menjadi kitosan karena ini terdiri dari tiga komponen utama yaitu protein (25% – 44%), kalsium karbonat (45%-50%), dan kitin (15%-20%). 

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...