Rabu, Juli 24, 2024

Creating liberating content

Angkasa Pura Properti dan...

Medan, Limbahnews.com - PT Angkasa Pura Properti, salah satu anak perusahaan PT Angkasa...

INOV Yakin Industri Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik...

Adhi Karya Bidik Pendapatan...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mengincar pendapatan berulang atau recurring...

Tipping Fee Bantargebang Rp...

Bekasi, Limbahnews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bakal menerima uang sebesar Rp 379...
BerandaWorldDubai Berencana Bangun...

Dubai Berencana Bangun Terumbu Karang Buatan Terbesar di Dunia

Dubai Reefs mencakup wilayah seluas 200 km persegi, yang akan menampung lebih satu miliar terumbu karang

Dubai berencana untuk meluncurkan proyek restorasi laut terbesar di dunia. Proyek ambisius ini bertujuan untuk memulihkan ekosistem pesisir, yang mengalami degradasi akibat proyek pengeboran minyak dan reklamasi.

Pada bulan Mei 2023 lalu, perusahaan real estat berkelanjutan URB mengumumkan proyek ini, yang akan dinamai Dubai Reefs. Ini akan mencakup wilayah seluas 200 km persegi, yang akan menjadi rumah bagi lebih dari satu miliar karang dan 100 juta pohon bakau. Hal ini menjadikannya terumbu karang buatan manusia terluas yang pernah dibuat.

Dubai Reefs (URB)

Di atas air, akan dibangun hotel dan berbagai pondok ramah lingkungan terapung. URB mengatakan bahwa seluruh situs akan didukung oleh 100% energi terbarukan, yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga surya, tenaga air dan gelombang.

Selain itu, sebuah institut kelautan yang didedikasikan untuk penelitian kelautan dan melindungi lingkungan pesisir Dubai, juga akan dibangun di area ini.

“Selain menciptakan destinasi tangguh yang unik untuk ekowisata dan penelitian kelautan, Dubai Reefs bertujuan untuk menjadi cetak biru bagi kehidupan laut, sekaligus mengurangi dampak perubahan iklim,” kata CEO URB, Baharash Bagherian, dikutip dari Daily Mail.

Dubai Reefs akan ditempatkan tak jauh dari pantai kota Dubai, di area di mana berbagai pulau buatan yang menampung hotel dan bar mewah telah dibangun.

Meskipun saat ini Dubai Reef masih sebatas gambar konsep, namun ini akan menjadi kenyataan dalam beberapa tahun mendatang. Proyek ini rencananya akan mulai dikerjakan pada paruh kedua dekade ini.

Dubai merupakan salah satu kota yang terancam oleh naiknya permukaan laut serta banjir dan pencairan es banjir akibat pemanasan global.

URB mengatakan bahwa bahkan jika tujuan Perjanjian Paris terpenuhi, banyak kota harus beradaptasi untuk hidup dengan kenaikan permukaan laut dan banjir pesisir, termasuk Dubai.

Namun, Dubai Reefs akan menawarkan bentuk perlindungan terhadap banjir bagi penghuninya, karena strukturnya akan naik bersama permukaan laut. Ini juga akan memberikan pertahanan alami untuk Dubai dari erosi pantai atau selama badai, karena akan menjaga tanah dari gelombang yang kuat. Garis pantai Dubai juga akan mendapat manfaat dari regenerasi pesisir.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...