Jumat, Juli 12, 2024

Creating liberating content

Sektor Makanan dan Minuman...

Jakarta, Limbahnews.com - Sejumlah tantangan harus dihadapi industri plastik hilir. Sebut saja terimbas...

Turis Asing Kapok ke...

Ilustrasi potensi wisata di Indonesia.Bintan, Limbahnews.com - Environment Estate Departemen Nirwana Resort...

Tipping Fee Bantargebang Rp...

Bekasi, Limbahnews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bakal menerima uang sebesar Rp 379...

Waspadai Harga Plastik di...

Kapal khusus memuat limbah plastik dari lautan. (Ist)Jakarta, Limbahnews.com - Ada sedikit cahaya...
BerandaLimbahMahasiswa ITB Ciptakan...

Mahasiswa ITB Ciptakan Biomate: Alat Pengolah Sampah Organik jadi Bahan Bakar

Biomate adalah sebuah alat pengolah sampah organik, yang mengubah gas metana menjadi bahan bakar untuk memasak.

Di tengah kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah organik dan kebutuhan akan sumber energi yang berkelanjutan, sekelompok mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) telah berhasil menciptakan solusi revolusioner, yang disebut Biomate. Ini adalah sebuah alat pengolah sampah organik, yang mengubah gas metana menjadi bahan bakar untuk memasak. 

Sampah organik adalah jenis sampah yang berasal dari bahan-bahan organik, seperti sisa makanan, daun, ranting, dan bahan organik lainnya. Ketika sampah organik terurai secara alami, proses penguraian tersebut dapat menghasilkan gas metana. Menurut NASA, metana adalah gas rumah kaca yang kuat, dan merupakan kontributor terbesar kedua terhadap pemanasan iklim, setelah karbon dioksida (CO2).

Bagaimana Cara Kerja Biomate?

Proses konversi energi dimulai dengan pengumpulan sampah organik dari restoran, yang selanjutnya dimasukkan ke dalam Biomate. Alat ini beroperasi dengan memanfaatkan proses penguraian sampah organik untuk menghasilkan gas metana.

Gas metana yang dihasilkan ini memiliki sifat mudah terbakar, menjadikannya bahan bakar yang efisien untuk keperluan memasak. 

“Gas yang terbentuk akan disalurkan dan ditampung ke wadah penampung gas. Apabila konsentrasinya telah lebih dari 50%, maka gas sudah metana sudah bisa digunakan untuk bahan bakar,” kata Bene Genhaq Suseno, salah satu anggota tim Biomate, dikutip dari situs web resmi ITB. “Kami mengintegrasikan Biomate dengan IoT (Internet of Things) agar setiap tahapan dapat dipantau baik,” tambah Bene.

Keunggulan lainnya yang dimiliki Biomate adalah desain dan ukurannya yang compact, mudah dioperasikan, dan biaya sewa yang lebih murah dibandingkan perangkat biogas konvensional.

Selain itu, residu cairan dan padatan dari proses penguraian sampah Biomate juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman.

Biomate (itb.ac.id)
Biomate (itb.ac.id)

Berkat inovasinya yang menarik, Biomate memenangkan ajang Pertamina CoRE ITB (Co-creation Research of Entrepreneurship) 2023 yang diadakan oleh Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ITB bekerja sama dengan Pertamina.

Mahasiswa yang tergabung dalam tim Biomate adalah Naufal Fahmi Zakiuddin, Bene Genhaq Suseno, Suma Danu Ristianto, Annisa Wulandari, Angel Erwinda Putri Tambun, Muhammad Hilmi Fadhlurohman, Syita Fauziah, dan Pelita Maulida.

Biomate menyasar pelaku bisnis food and beverage (F&B), karena ini merupakan penyumbang sampah organik terbesar kedua setelah rumah tangga.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...