Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

INOV Yakin Industri Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik...

DKI Jakarta Larang Kantong...

Ilustrasi sampah plastik di TPS Sunter Koja, Jakarta. (Ist)Jakarta, Limbahnews – Bebeharapa hari...

Turis Asing Kapok ke...

Ilustrasi potensi wisata di Indonesia.Bintan, Limbahnews.com - Environment Estate Departemen Nirwana Resort...

Bank Dunia Soal Daur...

Jakarta. Limbahnews.com - Negara-negara Asia Tenggara merugi sebanyak US$ 6 miliar atau Rp...
BerandaTeknologi7 Peranan Teknologi...

7 Peranan Teknologi Blockchain dalam Menyelamatkan Lingkungan

Blockchain dapat dimanfaatkan untuk menyelamatkan lingkungan.

Blockchain, yang awalnya dikenal sebagai infrastruktur di balik mata uang kripto seperti Bitcoin, ternyata memiliki potensi dalam menyelamatkan lingkungan.

Blockchain adalah ledger (buku besar) digital yang dapat menyimpan catatan transaksi atau data lainnya secara secara terdesentralisasi dan transparan.

Pada dasarnya, blockchain sering dikritik karena proses penambangan coin menggunakan sumber daya energi yang besar. Akan tetapi, saat ini banyak perusahaan penambangan crypto telah memanfaatkan sumber energi ramah lingkungan. Contohnya, Genesis Mining yang berbasis di Islandia. Ini merupakan salah satu penambang kripto terbesar di dunia, yang menggunakan 100% energi terbarukan.

Bagaimana Blockchain Menyelamatkan Lingkungan?

Dilansir dari Futurethinkers.org, berikut bagaimana cara blockchain dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan:

Manajemen Rantai Pasokan

Blockchain mendukung transparansi penuh dalam rantai pasokan, memungkinkan produsen dan konsumen untuk melacak asal-usul suatu produk. Teknologi ini juga dapat membantu konsumen mendapatkan informasi yang lebih baik tentang bagaimana setiap produk dibuat dan dikirimkan, sehingga mereka dapat membuat pilihan yang lebih ramah lingkungan.

Mendorong Daur Ulang

Sistem daur ulang berbasis blockchain memiliki potensi untuk mendorong partisipasi peserta, dengan menawarkan imbalan berupa token kripto kepada individu yang menyumbangkan barang-barang daur ulang seperti wadah plastik, kaleng, atau botol.

Selain itu, blockchain akan memudahkan pelacakan data secara transparan seperti volume, biaya, dan keuntungan dari daur ulang.

Sistem Energi Peer to peer

Dengan menggunakan teknologi blockchain, sistem energi peer to peer (P2P) dapat menciptakan model distribusi energi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Ini juga dapat membantu mengurangi kebutuhan penyimpanan energi, karena sistem ini dapat memindahkan listrik secara lokal dari tempat yang memproduksi listrik berlebih ke tempat yang membutuhkannya.

Meningkatkan Kepatuhan Terhadap Perjanjian Lingkungan

Blockchain dapat mencegah perusahaan dan pemerintah mengingkari janji-janji mereka dalam hal pelestarian lingkungan, atau memanipulasi laporan kinerja mereka. Itu karena teknologi ini memungkinkan pelacakan data secara transparan, dan menunjukkan apakah komitmen telah dipenuhi atau tidak.

Melacak Donasi

Saat seseorang berdonasi ke badan amal lingkungan, akan sulit melacak ke mana dana tersebut disalurkan atau bagaimana dana tersebut dihabiskan. Nah, teknologi blockchain dapat menjamin bahwa dana yang disumbangkan untuk pelestarian lingkungan tidak masuk ke kantong orang tidak bertanggung jawab.

Pengukuran Emisi Karbon

Blockchain dapat menyederhanakan pengukuran dan pelaporan emisi karbon. Dengan mencatat data emisi secara real-time dan aman dalam blockchain, perusahaan dapat memenuhi tanggung jawab mereka dalam mengurangi jejak karbon mereka dan mendukung upaya global untuk mengatasi perubahan iklim.

Pemberian Insentif

Perusahaan dan individu dapat diberi insentif berupa aset kripto atas tindakan mereka dalam upaya pelestarian lingkungan atau tindakan tertentu yang dapat menyelamatkan bumi.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...