Kamis, Juli 11, 2024

Creating liberating content

Angkasa Pura Properti dan...

Medan, Limbahnews.com - PT Angkasa Pura Properti, salah satu anak perusahaan PT Angkasa...

Garap Investasi, NTB Bakal...

Mataram, Limbahnews.com - Organisasi nirlaba Classroom of Hope bertemu Wakil Gubernur NTB Sitti...

Pemerintah Beri Insentif PPN,...

Jakarta, Limbahnews.com - Pemerintah saat ini terus memperbaiki ekosistem industri daur ulang sampah...

Omset Emiten Daur Ulang...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), produsen staple buatan/Recycled Polyester...
BerandaTeknologiKelebihan dan Kekurangan...

Kelebihan dan Kekurangan Bahan Bakar Biodiesel

Biodiesel adalah bahan bakar terbarukan yang terbuat dari limbah minyak nabati, lemak hewani, dan alga.

Biodiesel adalah bahan bakar terbarukan yang terbuat dari limbah minyak nabati, lemak hewani, atau minyak daur ulang dari restoran untuk digunakan pada kendaraan diesel. Bahan bakar ini menghasilkan lebih sedikit polutan beracun dan gas rumah kaca dibandingkan bahan bakar diesel.

Biodiesel telah membantu beberapa negara mengurangi ketergantungan mereka pada cadangan minyak luar negeri. Itu karena biodiesel diproduksi di dalam negeri dan dapat digunakan pada mesin diesel apapun dengan sedikit atau tanpa modifikasi pada mesin atau sistem bahan bakarnya.

Bahan bakar ini dapat digunakan dalam bentuk murni (B100) atau dapat dicampur dengan petrodiesel dalam bentuk B2 (2% biodiesel, 98% petroleum solar), B5 (5% biodiesel, 95% petroleum solar), B20 (20 % biodiesel, 80% solar).

Manfaat Bahan Bakar Biodiesel

Biodiesel memiliki segudang manfaat. Ini bukan hanya alternatif bahan bakar, tetapi sebuah langkah konkret menuju masa depan energi yang bersih dan berkelanjutan. Mari kita telusuri keuntungan menggunakannya!

Diproduksi dari Sumber Daya Terbarukan

Biodiesel merupakan sumber energi terbarukan, tidak seperti produk minyak bumi lainnya yang akan habis di tahun-tahun mendatang.

Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Bahan bakar fosil, ketika dibakar, melepaskan gas rumah kaca seperti karbon dioksida ke atmosfer. Hal ini meningkatkan suhu dan menyebabkan pemanasan global.

Tidak Mudah Terbakar

Titik nyala untuk biodiesel lebih tinggi dari 150°C, yang membuatnya kurang mudah terbakar. Tidak seperti bakar diesel yang titik nyalanya sekitar 52°C.

Lebih Hemat

Kendaraan yang menggunakan biodiesel menghasilkan penghematan bahan bakar sebesar 30% dibandingkan mesin diesel berbahan dasar minyak bumi.

Mengurangi Ketergantungan pada Minyak Asing

Karena biodiesel diproduksi secara lokal, banyak negara telah mengurangi ketergantungan mereka terhadap bahan bakar fosil. Hal ini mungkin tidak menyelesaikan semua masalah dalam satu pukulan, namun suatu negara dapat menghemat miliaran dolar dengan mengurangi penggunaan minyak asing.

Tidak Membahayakan Kesehatan

Polusi udara menyebabkan lebih banyak kematian dan penyakit dibandingkan bentuk polusi lainnya, menyebabkan 6,5 juta kematian secara global setiap tahunnya. Polutan dari mesin bensin, jika dilepaskan ke udara, akan membentuk kabut asap dan menyebabkan ribuan orang sakit setiap tahunnya. Sebaliknya, biodiesel menghasilkan lebih sedikit polutan beracun dibandingkan produk minyak bumi lainnya.

Kekurangan Bahan Bakar Biodiesel

Meskipun memiliki banyak kelebihan, biodiesel, seperti jenis bahan bakar lainnya, juga memiliki beberapa kelemahan. Berikut beberapa kekurangannya:

Tidak Cocok Digunakan pada Suhu Rendah

Biodiesel memiliki titik beku yang lebih tinggi dibandingkan dengan diesel konvensional yang dihasilkan dari minyak bumi. Akibatnya, biodiesel akan berbentuk gel pada cuaca dingin.

Dapat Merusak Karet pada Beberapa Mesin

Beberapa jenis karet mungkin menjadi lebih rentan terhadap pembengkakan, perpecahan, atau pengerasan ketika terpapar biodiesel dalam jangka waktu yang panjang. Ini dapat terjadi karena biodiesel memiliki sifat pelarut yang dapat menyebabkan perubahan fisik pada bahan karet tertentu.

Meningkatkan Harga Pangan

Karena biofuel terbuat dari lemak hewani dan nabati, peningkatan permintaan terhadap produk-produk ini dapat menaikkan harga produk-produk tersebut dan menciptakan krisis pangan di beberapa negara. Misalnya, produksi biodiesel dari sawit dapat meningkatkan permintaan, mendorong harga komoditas tersebut naik, dan hal ini dapat membuat masyarakat miskin tidak dapat memilikinya.

Menyebabkan Peningkatan Penggunaan Pupuk

Semakin banyak tanaman yang ditanam untuk menghasilkan biofuel, semakin banyak pula pupuk yang digunakan, yang dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan. Penggunaan pupuk yang berlebihan juga dapat mengakibatkan erosi tanah dan menyebabkan pencemaran tanah.

Penyumbatan pada Mesin

Biodiesel membersihkan kotoran dari mesin. Tapi, masalahnya adalah kotoran ini terkumpul di filter bahan bakar dan menyumbatnya.

Menyebabkan Kekurangan Air

Penggunaan air untuk menghasilkan lebih banyak tanaman untuk biodiesel dapat memberikan tekanan pada sumber daya air setempat. Di daerah yang menghadapi kelangkaan air, produksi tanaman yang akan digunakan sebagai biofuel bukanlah ide yang bijaksana.

Berkontribusi pada Hujan Asam

Biodiesel memiliki Nitrogen Oksida (NOx) sekitar 10% lebih tinggi dibandingkan produk minyak bumi lainnya. Nitrogen Oksida adalah salah satu gas yang digunakan dalam pembentukan kabut asap dan Ozon. Setelah larut dalam kelembaban atmosfer, dapat menyebabkan hujan asam.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...