Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Daur Ulang 14,5 Juta...

Gideon W KetarenJakarta, Limbahnews.com – Aplikasi pengelolaan sampah, Mountrash.com, terus meningkatkan kinerjanya dalam...

Indonesia Buang Makanan Rp...

Bogor, Limbahnews.com - Konsumsi makanan yang melebihi angka produksi memunculkan banyak permasalahan, mulai...

Danone AQUA-Veolia Bangun Pabrik...

Dokumentasi pencanangan pabrik (Ist)Pasuruan, Limbahnews.com - Pabrik daur ulang botol PET (Polyethylene Terephthalate)...

DKI Jakarta Larang Kantong...

Ilustrasi sampah plastik di TPS Sunter Koja, Jakarta. (Ist)Jakarta, Limbahnews – Bebeharapa hari...
BerandaRagamMengapa Kukang Bergerak...

Mengapa Kukang Bergerak Sangat Lambat?

Kukang memiliki tingkat metabolisme yang sangat rendah, yang membuat mereka bergerak lambat

Kukang adalah hewan yang menjadikan kelambatan sebagai ciri khususnya. Di darat, kecepatan maksimum sloth adalah 3 meter per menit. Sebagai perbandingan, Cheetah, hewan tercepat di dunia, dapat mencapai kecepatan hingga 120 km/jam atau 2.000 meter per menit.

Mengapa Kukang Lambat?

Kukang hidup di pepohonan dengan memakan dedaunan. Mereka menghabiskan sebagian besar hidupnya di kanopi, tertidur dan bersembunyi dari pemangsa.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2016, gaya hidup kukang yang lambat dan lesu adalah akibat langsung dari adaptasi hewan tersebut terhadap ceruk arborealnya atau lingkungan hidupnya yang terkait dengan pohon .

“Keterbatasan energi dari pola makan berdaun tampaknya mencegah radiasi adaptif,” kata peneliti, Jonathan Pauli, seorang profesor ekologi hutan dan satwa liar di Universitas Wisconsin-Madison.

Radiasi adaptif adalah suatu konsep dalam biologi evolusi yang merujuk pada proses di mana kelompok organisme yang memiliki nenek moyang bersama mengembangkan berbagai adaptasi untuk menyesuaikan diri dengan beragam lingkungan atau gaya hidup.

Pauli menjelaskan bahwa bagi kungkang, adaptasi ini berarti anggota tubuh yang terspesialisasi, berkurangnya massa tubuh, laju metabolisme yang lambat, dan cakar yang bertindak seperti titik tumpu, yang memungkinkannya bergelantungan dan melintasi puncak pohon.

Dalam penelitiannya, Pauli dan tim juga mengukur penggunaan energi kukang berjari tiga. Hasilnya, mereka menemukan pengeluaran energi yang sangat rendah, hanya 460 kilojoule energi per hari, atau setara dengan pembakaran 110 kalori. Dan untuk ini, mereka mempulkan bahwa angka itu itu keluaran energi terukur terendah untuk mamalia mana pun.

“Pengukuran ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa energi yang harus dikeluarkan oleh kungkang untuk hidup selama sehari,” kata Pauli.

Kesimpulannya, kukang memiliki tingkat metabolisme yang sangat rendah, yang membuat mereka bergerak lambat.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...