Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Raksasa Rebutan Bahan Baku...

Jakarta, Limbahnews.com – Upaya mengolah sampah plastik terus berkembang. Produsen air minum dalam...

Adhi Karya Bidik Pendapatan...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mengincar pendapatan berulang atau recurring...

Circulate Capital Luncurkan Pendanaan...

Mountrash membangun kemitraan dalam pengelolaan sampah plastik di Indonesia.Jakarta, Limbahnews.com - Circulate Capital...

Peluang Bisnis Pengelolaan Limbah...

Jakarta, Limbahnews.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) melihat adanya potensi untuk terlibat...
BerandaRagamDampak Kebisingan Laut:...

Dampak Kebisingan Laut: Ancaman Tersembunyi bagi Ekosistem Bawah Air

Kebisingan laut adalah gangguan suara yang disebabkan oleh aktivitas manusia di lingkungan laut

Lautan mempersembahkan keindahan yang tak terlukiskan dan biodiversitas yang mengagumkan. Di dalam laut, hidup jutaan makhluk hidup, mulai dari plankton, terumbu karang,  cumi-cumi, dan beragam jenis ikan, seperti lumba-lumba, dan paus. Namun, kehidupan di dalam laut mulai terancam oleh banyak hal, salah satunya kebisingan laut.

Apa itu Kebisingan Laut?

Kebisingan laut adalah gangguan suara yang disebabkan oleh aktivitas manusia di lingkungan laut, yang dapat menghalangi kemampuan hewan laut untuk mendengar. Padahal, mamalia laut sangat bergantung pada suara untuk berkomunikasi, navigasi, dan mencari makanan.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 20123 di jurnal ScienceDirect, kebisingan laut merupakan Jenis polusi suara yang dapat berdampak pada spesies tertentu, menyebabkan gangguan pendengaran hingga kematian, jika tidak dikendalikan.

Aktivitas manusia yang menyebabkan kebisingan laut melibatkan berbagai hal, termasuk pelayaran kapal, pengeboran lepas pantai, konstruksi bangunan di laut, sistem sonar, survei seismik, latihan militer, dan eksplorasi minyak dan gas bumi.

Dampak Kebisingan Laut Bagi Ekosistem Laut

Kebisingan laut dapat menyebabkan perubahan pada lingkungan akustik dan menambah stres bagi kehidupan laut. Ini juga dapat menyebabkan hilangnya habitat dan dapat memperluas jalur migrasi jika terlalu mengganggu. Berikut conoth hewan yang terkena dampak langsung oleh kebisingan laut.

Zooplankton

Zooplankton mikroskopis dapat dibunuh oleh kebisingan dari satu senapan angin seismik. Mereka menyediakan sumber makanan bagi seluruh ekosistem laut, namun para peneliti telah mengamati bahwa aktivitas senapan angin dapat mengurangi jumlah zooplankton hingga setengahnya, yang menyebabkan kurangnya sumber makanan bagi kehidupan laut.

Ikan

Secara umum, ikan dapat mendengar paling baik pada frekuensi 30 hingga 1000 Hertz . Sebuah penelitian menemukan bahwa kebisingan buatan dapat menyebabkan kebingungan pada spesies ikan dan mengganggu orientasi, sehingga dapat melemahkan populasi mereka.

Ikan Paus

Para peneliti yang mempelajari paus bungkuk di Taman Nasional Glacier Bay, Amerika Serikat, mendokumentasikan dampak tingginya paparan kebisingan dari kapal pariwisata. Kebisingan membuat paus harus bersaing suara dengan kapal-kapal ini. Dalam hal ini, peneliti menemukan bahwa paus meningkatkan amplitudo suaranya sebesar 0,8 desibel sebagai respon atas peningkatan kebisingan sekitar sebesar 1,0 desibel. Namun, mereka juga lebih jarang bersuara.

Satu-satunya cara yang pasti untuk menurunkan risiko dampak adalah pengurangan kebisingan, misalnya dengan mengurangi jumlah polusi suara yang masuk ke lingkungan laut.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...