Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Pemerintah Beri Insentif PPN,...

Jakarta, Limbahnews.com - Pemerintah saat ini terus memperbaiki ekosistem industri daur ulang sampah...

Raksasa Rebutan Bahan Baku...

Jakarta, Limbahnews.com – Upaya mengolah sampah plastik terus berkembang. Produsen air minum dalam...

Daur Ulang 14,5 Juta...

Gideon W KetarenJakarta, Limbahnews.com – Aplikasi pengelolaan sampah, Mountrash.com, terus meningkatkan kinerjanya dalam...

Jepang Ingin Impor Limbah...

Ilustrasi pengolahan limbah sawit (Mikrobios.id)Medan, Limbahnews.com - Jepang tertarik mengimpor limbah dari kelapa...
BerandaWorld7 Hutan Terbesar...

7 Hutan Terbesar di Bumi

Hutan tidak hanya menyediakan oksigen untuk manusia, tapi juga menjadi habitat bagi jutaan spesies tanaman, hewan, dan mikroorganisme.

Hutan memiliki peranan penting bagi semua kehidupan di bumi. Ini tidak hanya menyediakan oksigen untuk manusia, tapi juga menjadi habitat bagi jutaan spesies tanaman, hewan, dan mikroorganisme.

Hutan juga berfungsi sebagai penyerap karbon, sehingga membantu mengurangi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer dan menangkal perubahan iklim.

Sayangnya, hutan tidak tersebar secara merata di seluruh dunia. Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), lebih dari separuh hutan dunia hanya terdapat di lima negara, yaitu Federasi Rusia, Brasil, Kanada, Amerika Serikat, dan Tiongkok, dan dua pertiga (66 persen) hutan terdapat di sepuluh negara.

Hutan Terbesar di Dunia

Berikut tujuh hutan terbesar di dunia:

Amazon
Hutan hujan Amazon adalah hutan terbesar dan paling beragam hayati di dunia, dengan luas sekitar 6,7 juta  km2. Wilayah ini tersebar di Brasil, Bolivia, Kolombia, Ekuador, Guyana Prancis, Guyana, Peru, Venezuela, dan Republik Suriname, dan merupakan rumah bagi beragam flora dan fauna.

Hutan Hujan Kongo
Sering disebut sebagai “paru-paru kedua” Bumi setelah Amazon, Hutan Hujan Kongo memiliki luas 2 juta kilometer persegi. Ini membentang di wilayah Kamerun, Republik Afrika Tengah, Republik Kongo, Republik Demokratik Kongo, Guinea Khatulistiwa, dan Gabon.

Hutan ini dilindungi melalui lima taman nasional terpisah yang juga ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Hutan Hujan di Papua New Guinea
Hutan hujan di New Guinea mencakup lebih dari separuh daratan negara ini, dengan luas 786.061 km persegi. Karena terletak di sebuah pulau, hutan hujan New Guinea adalah rumah bagi kelompok masyarakat adat dan spesies hewan asli yang jarang atau bahkan tidak memiliki kontak sama sekali dengan dunia luar.

Hutan Hujan Beriklim Sedang Valdivian
Setidaknya 90% spesies tumbuhan yang hidup di dalam hutan hujan beriklim sedang Valdivian di kerucut selatan Amerika Selatan adalah endemik, yang berarti mereka asli atau terbatas pada wilayah tersebut.

Dengan luas 248.120 km persegi, hutan di sini juga memiliki salah satu tingkat penyerbukan tertinggi yang dilakukan oleh hewan dibandingkan bioma beriklim sedang lainnya.

Hutan Nasional Tongass
Ditemukan di Alaska Tenggara, Hutan Nasional Tongass adalah hutan nasional terbesar di Amerika Serikat dan hutan hujan beriklim sedang terbesar di Amerika Utara. Artinya, wilayah ini memiliki hampir sepertiga hutan hujan beriklim sedang yang sudah tua di bumi, yang sangat penting karena tingginya tingkat simpanan karbon dan biomassanya.

Cagar Biosfer Bosawas di Nikaragua
Diakui oleh UNESCO pada tahun 1997, Cagar Biosfer Bosawas di Nikaragua memiliki luas hampir 22.014 km persegi. Diperkirakan sekitar 13% spesies yang dikenal di dunia hidup di dalam cagar alam ini, yang secara teknis terdiri dari enam tipe hutan berbeda. Cagar alam ini juga merupakan rumah bagi 20 komunitas masyarakat adat yang berkontribusi terhadap perlindungan sumber daya alam dan menjalankan seluruh perekonomian mereka di luar lahan tersebut.

Hutan Hujan Tropis Xishuangbanna
Terletak di provinsi Yunnan di Tiongkok Selatan, hutan hujan tropis Xishuangbanna telah ditetapkan sebagai cagar biosfer resmi UNESCO sejak tahun 1990.

Dengan luas sekitar 2.424 km persegi, hutan ini merupakan habitat bagi sejumlah besar spesies langka dan terancam punah, termasuk 90% dari seluruh populasi gajah liar Asia di Tiongkok. 4

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...