Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Daur Ulang 14,5 Juta...

Gideon W KetarenJakarta, Limbahnews.com – Aplikasi pengelolaan sampah, Mountrash.com, terus meningkatkan kinerjanya dalam...

Botol PET Wajib Pakai...

Jakarta, Limbahnews.com - Asosiasi Industri Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) menyatakan kewajiban menggunakan...

Indonesia Buang Makanan Rp...

Bogor, Limbahnews.com - Konsumsi makanan yang melebihi angka produksi memunculkan banyak permasalahan, mulai...

Sektor Makanan dan Minuman...

Jakarta, Limbahnews.com - Sejumlah tantangan harus dihadapi industri plastik hilir. Sebut saja terimbas...
BerandaRagamPeran Padang Lamun...

Peran Padang Lamun dalam Mengatasi Perubahan Iklim

Bumi telah menyediakan solusi yang dapat meredam perubahan iklim, yaitu padang lamun

Perubahan iklim adalah perubahan jangka panjang dalam cuaca rata-rata di Bumi. Ini mencakup perubahan suhu, pola hujan, tinggi permukaan laut, dan frekuensi peristiwa cuaca ekstrem di seluruh dunia. 

Meskipun iklim bumi telah berubah sepanjang sejarahnya, NASA mencatat bahwa pemanasan saat ini terjadi dengan kecepatan yang belum pernah terjadi dalam 10.000 tahun terakhir.

Yang mengkhawatirkan, jika tidak ada upaya untuk mengatasi perubahan iklim, maka dampaknya akan semakin terasa di tahun-tahun mendatang. Hal ini diperkirakan akan membuat lautan lebih hangat dan lebih asam, permukaan air laut yang lebih tinggi, perubahan pola curah hujan yang lebih besar, dan gelombang panas yang lebih ekstrim.

Kabar baiknya, bumi telah menyediakan solusi yang dapat meredam perubahan iklim, yaitu padang lamun.

Bagaimana Padang Lamun Mengatasi Perubahan Iklim

Padang lamun adalah tumbuhan laut yang tumbuh di perairan dangkal. Mereka memiliki kemampuan unik untuk menyerap karbon dioksida dan menyimpannya dalam sedimen laut. Proses ini membantu mengurangi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, yang berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada tahun 2018, padang lamun di Indonesia mampu menyerap CO2 1,9-5,8 mega ton karbon per tahun.

Secara global, padang lamun menangkap karbon hingga 35 kali lebih cepat dibandingkan hutan hujan tropis, menyumbang 10-18% dari total penyimpanan karbon laut meskipun luasnya kurang dari 0,1% dari total kapasitas laut, menurut World Wide Fund for Nature (WWF).

Selain itu, akar padang lamun yang rapat membantu mengikat sedimen di dasar laut dan berfungsi sebagai penghalang fisik yang dapat meredakan gelombang dan arus pasang. Ini membantu melindungi pantai dari badai dan erosi, yang dapat diperparah oleh naiknya permukaan air laut akibat perubahan iklim.

Padang lamun juga menyediakan tempat berlindung dan makanan bagi makhluk hidup yang sangat beragam, mulai dari invertebrata kecil hingga ikan, penyu, kuda laut yang terancam punah, kepiting, dan bahkan burung. Keanekaragaman hayati ini mendukung ketahanan pangan masyarakat pesisir, sementara populasi ikan yang sehat membantu menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Menariknya, lamun mempunyai umur yang sangat panjang. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya untuk bereproduksi dengan mengkloning dirinya sendiri, jika suhu air tidak tepat untuk pembungaan.

Penelitian yang dilakukan di kawasan konservasi laut oleh Universitas Sains dan Teknologi King Abdullah di Arab Saudi menemukan satu klon yang diperkirakan berasal dari benih yang bertunas 200.000 tahun yang lalu.

Namun seiring berjalannya waktu, pertumbuhannya pun lambat. Selain itu, di banyak belahan dunia, lamun tidak bisa tumbuh cukup cepat untuk melawan degradasi yang disebabkan oleh aktivitas manusia.

Oleh karena itu, tindakan konservasi dan pelestarian perlu segera diambil untuk memastikan kelangsungan hidup padang lamun dan manfaatnya yang luar biasa bagi bumi.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...