Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Potensi Pasar Masih Besar,...

German - Indonesian Forum on Potential Cooperation in Indonesia's Recycling Sector (Econid)Jakarta, Limbahnews.com...

E-Commerce Akui Penjualan Bahan...

Jakarta, Limbahnews.com - E-commerce B2B resin atau biji plastik pertama di Indonesia, Tokoplas.com...

Imbas Corona, Industri Daur...

Ilustrasi sampah plastik impor (Artalab.id)Jakarta, Limbahnews.com - Pengusaha Jawa Timur (Jatim) mulai...

DKI Jakarta Larang Kantong...

Ilustrasi sampah plastik di TPS Sunter Koja, Jakarta. (Ist)Jakarta, Limbahnews – Bebeharapa hari...
BerandaLimbah7 Alasan Kenapa...

7 Alasan Kenapa Harus Melakukan Reduce, Recycle dan Reuse

Dalam era modern ini, kita semakin menyadari betapa pentingnya menjaga lingkungan untuk keberlanjutan hidup generasi mendatang. Salah satu pendekatan yang mendapat perhatian luas adalah konsep Reduce, Recycle, dan Reuse (3R).

Prinsip 3R mendorong kita untuk mengurangi limbah, mendaur ulang, dan menggunakan kembali barang-barang, daripada membuangnya begitu saja. Mari kita telusuri bersama tujuh alasan yang kuat untuk menerapkan konsep Reduce, Recycle, dan Reuse dalam setiap aspek kehidupan kita!

Melestarikan Sumber Daya Alam

Kita hidup di dunia dengan sumber daya alam yang terbatas. Oleh karena itu, dengan menerapkan prinsip Reduce, Recycle, dan Reuse, maka kita dapat mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam, seperti energi, air, dan bahan baku lainnya yang digunakan dalam produksi barang konvensional.

Mengurangi Pencemaran Lingkungan

Limbah yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang merugikan bagi ekosistem. Dengan mengurangi jumlah sampah melalui praktik reduce dan mendaur ulang, kita dapat mengurangi dampak negatif terhadap udara, air, dan tanah.

Menekan Efek Gas Rumah Kaca

Produksi barang-barang baru melibatkan pelepasan gas rumah kaca yang berkontribusi pada perubahan iklim. Diperkirakan bahwa mendaur ulang setengah dari sampah rumah tangga dapat menghemat lebih 1.000 kg karbon dioksida yang dilepaskan ke atmosfer dalam setahun. Karbon dioksida adalah gas rumah kaca penting yang terkait dengan masalah pemanasan global.

Membantu Mengurangi Sampah

Krisis sampah global menjadi tantangan serius di seluruh dunia. Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2022, jumlah timbunan sampah Indonesia adalah 21,1 juta ton. Dengan menerapkan kebijakan Reduce, Recycle, dan Reuse, kita dapat berkontribusi untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

Hemat Uang

Dengan hanya membeli apa yang benar-benar kita butuhkan, dan menggunakan kembali barang-barang yang ada daripada membeli yang baru, akan menghemat uang.

Menghemat Energi

Melakukan 3R tidak hanya menghemat uang, tapi juga menghemat energi. Alasannya, karena dengan mengurangi pembelian barang-barang dan menggunakan kembali yang layak, maka kita berkontribusi dalam mengurangi produksi barang baru, yang biasanya memerlukan energi yang tinggi.

Memberikan Contoh Positif untuk Generasi Mendatang

Praktik-praktik 3R mengajarkan nilai-nilai keberlanjutan kepada generasi muda, meningkatkan kesadaran akan pentingnya bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...