Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

PD PAL Minta Dana...

Jakarta, Limbahnews.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengkritisi permintaan anggaran...

Tutup Usaha Akibat Corona,...

Jakarta, Limbahnews.com - Wabah virus corona di Indonesia membuat dunia usaha mati suri,...

Potensi Pasar Masih Besar,...

German - Indonesian Forum on Potential Cooperation in Indonesia's Recycling Sector (Econid)Jakarta, Limbahnews.com...

Limbah Sawit PTPN II...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II, anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara...
BerandaRagamManfaat dan Ancaman...

Manfaat dan Ancaman yang Ditimbulkan Eceng Gondok Bagi Lingkungan

Pada dasarnya, eceng gondok menawarkan banyak manfaat bagi manusia dan lingkungan.

Baru-baru ini sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi viral lantaran dipenuhi dengan tanaman eceng gondok. Hal ini membuat sungai tersebut terlihat berwarna hijau, dan pemandangan tidak biasa ini membentang sejauh lima kilometer, seperti dilaporkan Liputan6.com.

Pada dasarnya, eceng gondok menawarkan banyak manfaat bagi manusia dan lingkungan. Tapi, di lain sisi, tanaman ini juga bisa  menimbulkan efek negatif bagi ekosistem perairan, sehingga harus dikendalikan.

Apa itu Eceng Gondok

Menurut Sciencedirect.com, eceng gondok merupakan tumbuhan yang berasal dari daerah tropis Amerika Selatan, namun telah dinaturalisasi di seluruh dunia. Nama ilmiah eceng gondok adalah Pontederia crassipes (sebelumnya dikenal dengan nama Eichhornia crassipes).

Eceng gondok memiliki ciri daun bulat yang lebar, tebal, dan mengkilap. Batangnya panjang, kenyal, dan bulat. Akarnya yang berbulu dan menjuntai berwarna ungu tua. Ini memiliki bunga yang terdiri dari enam kelopak, berwarna ungu atau merah muda.

Manfaat Eceng Gondok

Meskipun tergolong gulma, eceng gondok menawarkan banyak manfaat bagi manusia dan lingkungan jika dikelola secara efektif. Ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, termasuk pakan ternak, kompos, dan produksi bioenergi.

Untuk lingkungan, tanaman ini berperan penting dalam mitigasi pencemaran air. Eceng gondok memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap berbagai jenis kontaminan, termasuk logam berat serta polutan terlarut, nitrogen, fosfor, dan nutrisi berlebih lainnya yang ada dalam air.

Tanaman ini bahkan telah dimanfaatkan dalam proses pengolahan air limbah dan untuk pra-pengolahan di fasilitas pengolahan air minum.

Kekurangan Eceng Gondok

Meskipun eceng gondok menawarkan banyak manfaat, tumbuhan ini dapat menimbulkan ancaman signifikan terhadap ekosistem perairan jika tidak dikendalikan. Faktanya, tanaman ini dianggap sebagai tanaman invasif, yang dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan dengan mengurangi populasi spesies lain dan keanekaragaman hayati secara keseluruhan.

Menurut Housing.com, eceng gondok menyebar dengan mengeluarkan tunas, yang kemudian berkembang menjadi tanaman baru. Selain itu, setiap tanaman eceng gondok dapat menghasilkan ribuan benih setiap tahunnya, dan benih tersebut dapat bertahan hidup hingga lebih dari 28 tahun.

Invasi eceng gondok ke ekosistem perairan terjadi karena tanaman tersebut memerlukan oksigen dalam jumlah besar dari air untuk proses penguapannya. Kebutuhan oksigen yang tinggi ini dapat menyedot kadar oksigen di dalam air, yang penting bagi kelangsungan hidup ikan.

Akibatnya, banyak ikan yang mati karena kekurangan oksigen. Selain itu, eceng gondok dapat menghalangi penetrasi sinar matahari ke dalam air, sehingga menghambat proses reproduksi ikan, dan mengganggu habitatnya.

Selain itu, bahkan eceng gondok yang sudah mati pun dapat menyebabkan masalah lingkungan, seperti pendangkalan sungai, yang meningkatkan risiko banjir.

Agar aspek positif eceng gondok dapat dimanfaatkan, sambil mengurangi dampak negatifnya, diperlukan pengelolaan yang bertanggung jawab. Hal ini dapat dicapai dengan melakukan tindakan pengendalian populasi untuk mencegah pertumbuhan yang berlebihan, seperti yang terjadi di Sungai Bengawan Solo.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...