Kamis, Juli 11, 2024

Creating liberating content

Ancaman Investasi Kabur Usai...

Jakarta, Limbahnews.com -- Sejumlah pengamat melihat ancaman hambatan investasi masuk ke Indonesia melalui...

Peluang Bisnis Pengelolaan Limbah...

Jakarta, Limbahnews.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) melihat adanya potensi untuk terlibat...

Terkait Amdal dan Limbah,...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berkomitmen ikut berkontribusi mengurangi...

Naksir Pengolahan Limbah Tambang,...

Ilustrasi pemulihan lahan bekas tambang (Mikrobios.id)Jakarta, Limbahnews.com - PT PP Presisi Tbk (PPRE)...
BerandaLimbahMainan Populer, Apakah...

Mainan Populer, Apakah Slime Biodegradable?

Bagi pecinta lingkungan, Anda mungkin bertanya-tanya apakah slime biodegradable?

Slime adalah mainan yang memiliki tekstur kenyal dan lentur yang sangat populer di kalangan anak-anak dan remaja. Ini terbuat dari campuran bahan-bahan seperti lem PVA (polyvinyl acetate), borax, dan pewarna.

Mainan ini biasanya digunakan sebagai hiburan dan kegiatan kreatif. Bagi anak-anak, ini dapat membantu mengembangkan keterampilan motorik dan kreativitas mereka. Sementara bagi orang dewasa, ini memiliki efek menenangkan dan dapat digunakan untuk menghilangkan stres.

Oleh karena itu, tidak heran banyak orang yang membeli bahkan membuat sendiri di rumah. Namun, bagi pecinta lingkungan, Anda mungkin bertanya-tanya apakah slime biodegradable?

Sayangnya, sebagian besar slime yang ada di pasaran menggunakan bahan-bahan yang tidak dapat terurai secara hayati.

Dilansir dari Thinkingsustainably.com, bahan utama seperti lem PVA cenderung bersifat sintetis dan sulit terurai di alam. Boraks juga tidak dapat terurai. Ini memiliki kandungan boron yang tinggi, beracun bagi manusia dan ekosistem.

Ini berarti bahwa, ketika slime dibuang, ia bisa menjadi tambahan beban pada lingkungan. Jika menempel pada pohon, ini dapat menyebabkan pembusukan, meskipun efek ini akan terlihat dalam waktu lama. Akan lebih berbahaya lagi jika slime masuk ke perairan, karena kandungan boron yang tinggi dapat mengkontaminasi air dan membunuh makhluk air.

Namun, ada pergeseran dalam industri slime menuju opsi yang lebih ramah lingkungan. Beberapa produsen kini menghadirkan slime yang menggunakan bahan-bahan alami yang dapat terurai lebih cepat dan lebih aman bagi lingkungan.

Selain itu, Anda juga bisa membuat sendiri di rumah, dengan menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan. Yang Anda butuhkan hanya 1 setengah gelas air, 1,4 cangkir biji rami, dan 1 sdm tepung maizena.

Cara membuatnya, masukkan air ke dalam penggorengan atau panci. Kemudian masukkan tepung maizena dan aduk sampai tepung maizena tampak tercampur dan larut, lalu tuangkan biji rami ke dalamnya.

Setelah semuanya tercampur, panaskan wajan dengan api sedang sambil diaduk aduk. Setelah 1-2 menit, angkat panci dari kompor dan tunggu hingga dingin. Selanjutnya, masukkan slime tadi ke dalam lemari es selama sekitar 8–12 jam. Setelah itu, keluarga slime dan siap

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...