Sabtu, Juli 13, 2024

Creating liberating content

BUMN Pertanian Garap Limbah...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Pertani (Persero) menggandeng Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca...

Setelah Covid-19, Ekonomi Indonesia...

Limbahnews.com - Kita semua sedang dilanda kecemasan atas wabah Coronavirus of Disease 2019...

Bahlil Ingin Kemudahan Izin...

Aktivitas industri jangan mengabaikan lingkungan hidup.Jakarta, Limbahnews.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal...

Tangani Limbah Corona, PT...

Jakarta, Limbahnews.com - Penanganan limbah medis terkait wabah corona (Covid-19) oleh PT Jasa...
BerandaRagamSpesies Ubur-ubur Baru...

Spesies Ubur-ubur Baru Bermata 24 Ditemukan di Hong Kong

Spesies ubur-ubur baru berbentuk kotak dan memiliki 24 bola mata telah ditemukan di Hong Kong

Spesies ubur-ubur baru berbentuk kotak dan memiliki 24 bola mata telah ditemukan di Hong Kong. Ini ditemukan oleh tim ilmuwan dari Hong Kong Baptist University, dan diberina nama Tripedalia Maipoensis, berdasarkan nama daerah tempat hewan tersebut ditemukan.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Zoological Studies pada 20 Maret, makhluk itu ditemukan bersembunyi di air payau di Cagar Alam Mai Po.

Peneliti mengatakan bahwa mereka belum pernah melihat ubur-ubur yang dilengkapi dengan begitu banyak mata. Sejauh ini, ada 49 spesies ubur-ubur telah diidentifikasi di seluruh dunia, dan tidak ada memiliki mata sebanyak Tripedalia Maipoensis.

24 mata yang dimiliki ubur-ubur ini tersusun dalam enam pasang. Di setiap sisi, makhluk itu memiliki dua mata yang lebih besar (mata atas dan bawah) dan dikelilingi oleh empat mata yang lebih kecil yang dikenal sebagai mata celah.

Hewan tak bertulang belakang ini memiliki tubuh tembus pandang dengan sedikit semburat keputihan. Panjangnya hanya 1,5 sentimeter, dan memiliki 12 tentakel dengan panjang hingga 10 cm. Ini juga memiliki struktur berbentuk pedal di dasar tentakelnya yang berfungsi seperti “dayung,” yang memungkinkannya berenang lebih cepat dibandingkan ubur-ubur lainnya.

Ubur-ubur kotak, yang dalam istilah ilmiah dikenal sebagai Cubozoa, adalah bagian dari filum Cnidaria dan diberi nama berdasarkan tubuhnya yang berbentuk kubus. Meskipun kelas Cubozoa relatif kecil dalam kelompok Cnidaria, mereka termasuk makhluk laut berbisa paling berbahaya yang biasa ditemukan di perairan tropis.

Tripedalia Maipoensis adalah spesies ubur-ubur kotak pertama yang ditemukan di perairan Tiongkok. Tidak jelas apakah hewan ini dapat menyengat manusia, tapi diyakini mungkin cukup berbisa untuk membuat udang kecil bernama Artemia pingsan.

“Tampaknya itu melumpuhkan Artemia yang ditawarkan di laboratorium. Tetapi kami tidak menyentuh hewan itu untuk merasakan sengatannya,” kata profesor Qiu Jianwen, yang memimpin penelitian tersebut.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...