Kamis, Juli 11, 2024

Creating liberating content

Investasi Plastik Ramah Lingkungan,...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Cheil Jedang Indonesia (PT CJ Indonesia) kembali mengembangkan investasi...

PD PAL Minta Dana...

Jakarta, Limbahnews.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengkritisi permintaan anggaran...

Tangani Limbah Corona, PT...

Jakarta, Limbahnews.com - Penanganan limbah medis terkait wabah corona (Covid-19) oleh PT Jasa...

Investor Surabaya Segera Bangun...

Ambon, Limbahnews.com - Pabrik plastik akan segera dibangun di Toisapu, Kecamatan Leitimur Selatan,...
BerandaKasusTelan Korban Jiwa,...

Telan Korban Jiwa, Jembatan Kaca Banyumas Dianggap Abaikan Prinsip Wisata Lingkungan

Jembatan ini juga dinilai tidak aman dari segi kontruksi

Beberapa waktu lalu terjadi musibah di area wisata Jembatan Kaca Banyumas yang memakan korban jiwa meninggal satu orang. Hal ini pun jadi sorotan berbagai pihak. Pasalnya, terdapat fakta yang mengejutkan dibalik insiden ini.

Jembatan kaca ini ternyata belum pernah diuji coba sebelum dibuka secara resmi. Selain itu belum ada uji kontruksi terkait berapa jumlah maksimal orang yang boleh berada di atas jembatan.

Ditemukan juga temuan baru, jembatan kaca ini dinilai tidak sesuai dengan prinsip pariwisata yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

“Pemerintah sebaiknya perlu mempertimbangkan kembali pembangunan jenis wahana wisata seperti ini,” kata Pengamat Pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Chusmeru.

Peristiwa jatuhnya wisatawan dari jembatan kaca tersebut dapat dijadikan pelajaran bagi para pemangku kebijakan sektor pariwisata. Pengelola wahana wisata dan wisatawan yang berkunjung, kata dia, perlu memperhatikan tiga hal, yaitu keamanan, keselamatan, dan kenyamanan.

“Wahana semacam itu sangat berpotensi terjadinya kecelakaan. Keamanan dan keselamatan wisatawan menjadi prioritas agar nyaman dalam berwisata,” ujarnya.

Di sisi pemerintah, Ia menyarankan perlu dipertimbangkan kembali pembangunan jenis wahana wisata seperti itu. Selain sangat beresiko terhadap faktor keamanan, banyak jembatan kaca di berbagai objek wisata alam, menurutnya, justru menimbulkan distorsi visual sehingga objek wisata alam kehilangan pemandangan yang indah dengan adanya jembatan kaca itu.

“Dari perspektif ekologis, jembatan kaca sangat tidak sesuai dengan prinsip ecotourism dan berkelanjutan,” ujarnya.

Peristiwa jatuhnya wisatawan di wahana jembatan kaca objek wisata The Geong Limpakuwus, kawasan Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah terjadi pada Rabu, 25 Oktober 2023.

Dua orang wisatawan yang jatuh itu berjenis kelamin perempuan berinisial AI (41) mengalami luka-luka dan FA (49) dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...