Rabu, Juli 24, 2024

Creating liberating content

Tipping Fee Bantargebang Rp...

Bekasi, Limbahnews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bakal menerima uang sebesar Rp 379...

Garap Investasi, NTB Bakal...

Mataram, Limbahnews.com - Organisasi nirlaba Classroom of Hope bertemu Wakil Gubernur NTB Sitti...

Indonesia Buang Makanan Rp...

Bogor, Limbahnews.com - Konsumsi makanan yang melebihi angka produksi memunculkan banyak permasalahan, mulai...

Botol PET Wajib Pakai...

Jakarta, Limbahnews.com - Asosiasi Industri Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) menyatakan kewajiban menggunakan...
BerandaTeknologiGaruda Indonesia Resmi...

Garuda Indonesia Resmi Pakai Avtur Ramah Lingkungan untuk Penerbangan Komersil

Penggunaan bahan bakar ramah lingkungan terbukti dapat mengurangi emisi gas buang pesawat terbang

Maskapai Garuda Indonesia secara resmi melakukan penerbangan komersil perdana dengan menggunakan bahan bakar campuran avtur dan minyak sawit atau Bioavtur.

Bahan bakar ramah lingkungan ini dikembangkan oleh PT Pertamina (Persero) dengan julukan Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF). 

Penerbangan komersil perdana dengan Bioavtur dilakukan pada dari Bandara Internasional Sukarno-Hatta (Tangerang) ke Bandara Internasional Adi Soemarmo (Semarang) dan kembali ke Jakarta.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengungkapkan penerbangan komersil perdana ini sebagai bentuk komitmen Garuda Indonesia dalam menggunakan energi bersih.

“Kita berhasil gunakan biofuel untuk penerbangan komersial. Kami berharap Garuda Indonesia dipersepsikan sebagai perusahaan yang kedepankan keberlanjutan dan masa depan anak cucu kita,” kata Irfan dalam Ceremonial Flight Sustainable Aviation Fuel di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno – Hatta, Jumat (27/10) mengutip Katadata.

Irfan juga menambahkan, berdasarkan laporan yang diterima dari pilot yang melakukan uji coba Bioavtur, tidak ditemukan perbedaan signifikan jika dibandingkan dengan Avtur biasa.

“Tadi sudah disampaikan oleh para pilot yang melakukan uji coba, tidak ada perbedaan yang signifikan,” tambahnya.

Sebelumnya, uji coba terbang pesawat Boeing 737-800 NG dengan menggunakan SAF telah dilakukan pada 4 Oktober lalu. Uji terbang ini dilakukan selama 60 menit dengan melintasi area udara Pelabuhan Ratu. 

Tak hanya itu, serangkaian pengujian pun telah dilakukan. Hasilnya menunjukkan bahwa performa SAF memiliki kualitas yang sama dengan avtur komersil.

Sebagai informasi, SAF merupakan hasil inovasi dan kolaborasi antara subholding Pertamina. SAF dikembangkan melalui fasilitas Green Refinery PT Kilang Pertamina Internasional di Kilang Cilacap, dengan menggunakan metode co-processing Hydrotreated Esters and Fatty Acids (HEFA) yang telah sesuai dengan standar internasional. 

SAF rencananya akan dipasarkan melalui PT Pertamina Patra Niaga untuk industri aviasi di Indonesia. Namun, tidak menutup kemungkinan, SAF juga akan menjajal pasar aviasi internasional.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...