Rabu, Juli 24, 2024

Creating liberating content

Indonesia Buang Makanan Rp...

Bogor, Limbahnews.com - Konsumsi makanan yang melebihi angka produksi memunculkan banyak permasalahan, mulai...

Ramadan Dongkrak Penjualan AMDK,...

Jakarta, Limbahnews.com - Industri Air Minum dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia mulai bergerak...

Raksasa Rebutan Bahan Baku...

Jakarta, Limbahnews.com – Upaya mengolah sampah plastik terus berkembang. Produsen air minum dalam...

Ancaman Investasi Kabur Usai...

Jakarta, Limbahnews.com -- Sejumlah pengamat melihat ancaman hambatan investasi masuk ke Indonesia melalui...
BerandaRagamPerubahan Iklim Bikin...

Perubahan Iklim Bikin Hewan Ini Terancam Musnah di Tahun 2023

Perubahan iklim juga mengancam habitat hewan yang kini mulai berkurang

Perubahan iklim dan pemanasan global yang memuncak tahun 2023 initak hanya mendatangkan bencana bagi lingkungan dan manusia. Namun juga berdampak pada makhluk hidup yang lain seperti tumbuhan dan hewan.

Menurut catatan dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) perubahan iklim telah berdampak pada 10,967 spesies hewan di dunia dan menyebabkan kepunahan pada ekosistemnya. Seperti pada Bramble Cay Melomy, mamalia mungil ini adalah hewan pertama yang dinyatakan musnah pada 2014.

Perubahan suhu, penebangan dan pembakaran hutan, serta perluasan lahan menyebabkan efek buruk tak hanya pada lingkungan dan manusia, namun juga terhadap hewan dan ekosistemnya.

Daniel Pincheira-Donoso, seorang dosen dan ahli biologi di Queen’s University, Belfast mengatakan, jika dievaluasi dengan cara standar, sekitar 28% kehidupan di bumi terancam punah.

Nah, berikut daftar hewan yang terancam punah tahun 2023 menurut IUCN

  1. Orang Utan Sumatera

Saat ini, sebagain besar orang utan tinggal di hutan hujan tropis di Sumatera Utara, dan populasi mereka terancam perdagangan hewan ilegal. Saat ini tercatat orang utan Sumatera hanya berjumlah 14,000 di alam liar.

Kebakaran dan konversi hutan menjadi penyebab meningkatnya kepunahan mamalia asal Sumatera ini. Selain itu perdagangan hewan peliharaan ilegal juga kerap terjadi pada hewan karnivora satu ini.

  1. Badak Jawa

Saat ini populasi badak jawa hanya sekitar 60 ekor, dan hanya ditemukan di pulau Jawa.

Taman Nasional Ujung Kulon, sebuah situs warisan dunia adalah tempat perlindungan terakhir badak Jawa. 

Namun kawasan ini terkena dampak invasi Arenga Palm, yang menyebabkan berkurangnya habitat dan makanan mereka.

Populasi ini sangat rentan terhadap kepunahan, seperti bencana alam, penyakit dan perburuan liar.

  1. Harimau Sunda

Harimau ini merupakan subspesies harimau terkecil di dunia. Diperkirakan terdapat 600 ekor yang tersisa di alam liar dan hanya ditemukan di Sumatera.

WWF menunjukkan bahwa peningkatan populasi manusia menjadi salah satu penyebab harimau ini punah. Perluasan lahan untuk tempat tinggal manusia dan perburuan liar membuat harimau ini makin kehabisan lahan tinggal.

  1. Macam Tutul Amur

Kucing besar yang paling langka di dunia, dengan hanya tersisa 100 ekor di alam liar. Populasinya ditemukan di wilayah kecil di timur Rusia dan timur laut Tiongkok.

Dengan populasi yang sedikit, Rusia dan Tiongkok telah melindungi wilayah yang dihuni kucing-kucing tersebut untuk mendukung pertumbuhannya, sementara WWF melindungi mereka dari perburuan liar. 

  1. Penyu Sisik

Penyu sisik adalah salah satu dari tujuh penyu laut, ditemukan di perairan tropis dan subtropis dekar pantai Samudra Atlantik, Hindia dan Pasific.

Menurut World Wildlife Fund Inc. (WWF), saat ini terdapat antara 20,000 hingga 23,000 penyu di alam bebas. Dan dinyatakan sebagai salah satu hewan yang terancam punah.

Dalam 30 tahun terakhir, populasinya di seluruh dunia mengalami penurunan hingga 80%, disebabkan oleh faktor eksternal seperti penangkapan dalam jaring ikan, kerusakan terumbu karang, perdagangan ilegal dan lainnya.

  1. Pesut Mahakam

Irrawaddy Dolphin atau kerap dikenal sebagai Pesut Mahakam adalah mamalia asal Kalimantan Timur. Walau terlihat mirip dengan lumba-lumba, hewan satu ini tidak memiliki tubuh ramping, namun memiliki moncong tumbul dan dahi membulat.

Makhluk laut ini dapat berkembang biak di habitat air asin dan tawar. Namun hewan ini terancam punah karena perubahan iklim serta penangkapan ilegal yang dilakukan menggunakan listrik, yang mengancam seluruh hewan di air termasuk pesut mahakam.

Saat ini diketahui populasi hewan ini tersisa 80 ekor saja, dan masuk dalam kategori hewan yang membutuhkan perhatian.

  1. Gajah Afrika

Gajah Afrika, hidup jauh di dalam hutan lembab di Afrika Barat dan Tengah. Hewan ini memiliki sifat pemalu, sehingga sulit untuk menghitung populasi yang tepat saat ini. Namun WWF memperkirakan populasinya menurun 62% dari 2002 hingga 2011.

Perburuan liar, perubahan iklim serta hilangnya habitat alami, menjadi faktor yang menyebabkan hewan mamalia ini terancam punah.

  1. Badak Hitam

Terdapat sekitar 5,630 badak di alam liar setelah 2% selamat dari perburuan liar antara tahun 1960 dan 1995. Sejak 1990an, badak ini meningkat berkat konservasi badak di Afrika.

Ancaman terbesar terhadap populasi ini adalah perburuan cula. Dalam 10 tahun terakhir,  10,000 badak hitam dibunuh untuk memasok perdagangan cula badak ilegal.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...