Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Tangani Limbah Corona, PT...

Jakarta, Limbahnews.com - Penanganan limbah medis terkait wabah corona (Covid-19) oleh PT Jasa...

Limbah Sawit PTPN II...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II, anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara...

PD PAL Minta Dana...

Jakarta, Limbahnews.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengkritisi permintaan anggaran...

Omset Emiten Daur Ulang...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), produsen staple buatan/Recycled Polyester...
BerandaCelebrityScience Film Festival...

Science Film Festival Dihelat di Jakarta, Angkat Tema Lingkungan

Film dianggap mampu memberi pesan kepada masyarakat untuk peduli lingkungan.

Isu lingkungan yang tengah ramai diperbincangkan oleh dibicarakan oleh petinggi negara negara kini juga jadi perhatian warga yang mulai peduli dengan lingkungan. Kerusakan lingkungan baik di darat, udara, dan laut serta pemanasan global akhir-akhir ini mulai terasa dampaknya.

Bila tidak ada langkah nyata untuk peduli dengan lingkungan, bumi yang Anda tidak akan baik-baik saja. Sebuah lembaga yang konsen peduli dengan lingkungan yaitu Goethe Institut bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi menggelar Science Film Festival di Jakarta yang mengangkat tema “Agenda Dekade Restorasi Ekosistem dari PBB”.

Tak hanya itu, festival yang digelar pada 21 Oktober-30 November 2023 ini akan memutarkan film-film sains internasional dari 12 negara, termasuk Indonesia. Negara yang ikut serta menyumbangkan film pada Science Film Festival 2023 antara lain Afrika Selatan, Amerika Serikat, Argentina, Brazil, Chile, Indonesia, Inggris, Jerman, Kazakhstan, Kolombia, Tanzania, dan Thailand.

“Science Film Festival berkomitmen menyoroti pentingnya pertimbangan ekosistem dalam pengelolaan lahan, air, dan sumber daya hayati secara terpadu,” kata Dr. Stefan Dreyer, Direktur Goethe-Institut Wilayah Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru.

Ia menambahkan, hadirnya festival film sain ini jadi langkah nyata untuk mendesak pemimpin negara dunia mengatasi degradasi lahan, erosi dan kekeringan, kehilangan keanekaragaman hayati dan kelangkaan air.

“Hal-hal ini dipandang sebagai tantangan lingkungan, ekonomi, dan sosial dalam pembangunan berkelanjutan global. Dengan menghadirkan film dari berbagai belahan dunia dengan topik-topik ilmiah untuk penonton muda, kami berharap dapat menumbuhkan kreativitas serta semangat pemuda bereksplorasi dan mencintai sains,” tambahnya.

Sementara itu, Hilmar Farid Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek menilai tema yang diangkat Science Film Festival tahun ini menggambarkan tekad bersama dalam membangun masa depan yang berkelanjutan dan lestari bagi generasi mendatang.

“Dalam Science Film Festival, kita akan menyaksikan karya-karya film ilmiah yang mencerahkan, menginspirasi, dan merangsang pemikiran kritis. Setiap sudut pandang akan diperluas, dan setiap lapisan masalah akan diungkap melalui lensa kreatif sineas dan penggiat lingkungan,” ujarnya.

Disisi lain, Rektor Universitas Paramadina Prof Didik J. Rachbini menyatakan dukungan penuhnya terhadap gelaran Science Festival Film 2023 ini. Menurutnya, mahasiswa dan alumni perguruan tinggi perlu dilibatkan karena banyak dari mereka yang merupakan pekerja seni.

“Kerja sama ini merupakan kerja nyata dari Universitas Paramadina untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang madani. Semoga Science Film Festival dapat menjadi inspirasi bagi seluruh anak Indonesia untuk semakin mencintai ilmu pengetahuan, inovasi, dan lingkungan hidup,” ungkapnya.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...