Jumat, Juli 12, 2024

Creating liberating content

Anthony Pratt, Miliarder Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Bukan rahasia lagi bagi turunan Yahudi menguasai ekonomi dunia. Rupanya...

Daur Ulang 14,5 Juta...

Gideon W KetarenJakarta, Limbahnews.com – Aplikasi pengelolaan sampah, Mountrash.com, terus meningkatkan kinerjanya dalam...

Ramadan Dongkrak Penjualan AMDK,...

Jakarta, Limbahnews.com - Industri Air Minum dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia mulai bergerak...

Tangani Limbah Corona, PT...

Jakarta, Limbahnews.com - Penanganan limbah medis terkait wabah corona (Covid-19) oleh PT Jasa...
BerandaRagamApa Itu Go...

Apa Itu Go Green dan Apa Saja Produknya

Go Green digunakan sebagai kampanye menyelamatkan lingkungan

Perusahan di dunia banyak yang mulai menyadari untuk menyelamatkan lingkungan agar kehidupan di bumi bisa bebas dari polusi. Sebelumnya banyak perusahaan atau kelompok yang hanya mencari keuntungan tanpa memikirkan sampah atau limbah yang mereka buang.

Khusus di Indonesia berdasarkan dari laporan SIPSN (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional), pada tahun 2022 Indonesia menghasilkan sebanyak 54,62% sampah organik; 38,7% sampah anorganik; dan 6,68% lainnya. Sampah organik terdiri dari sisa-sisa makanan, sedangkan sampah anorganik meliputi kertas/karton, plastik, logam, kain, karet/kulit, dan kaca.  

Saat ini, kasus pencemaran lingkungan belum terselesaikan dengan baik dan masih menjadi tanggung jawab kita bersama. Peran aktif dari pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan ini.

Go green sendiri merupakan sebuah gerakan yang memperhatikan kelestarian lingkungan. Gerakan ini disebut dengan environmentalisme, yaitu sebuah gerakan untuk pelestarian lingkungan, restorasi, dan memelihara alam sekitar.

Istilah ini juga bagian dari upaya menyelamatkan bumi dari kerusakan dan pemanasan global wajib masyarakat lakukan bersama. Lantaran, bumi yang kita tempati saat ini semakin panas. 

Sementara produk go green sendiri diartikan sebagai produk ang tidak membahayakan manusia dan lingkungan, serta ramah lingkungan dan dapat didaur ulang untuk meminimalkan jumlah sampah yang dihasilkan kemudian hari.

Lalu apa saja produk go green?. Apakah Anda pernah memakainya?. Berikut contohnya.

  1. Totebag

Supermarket di Indonesia sudah menghilangkan kantong plastik sebagai wadah belanjaan konsumen. Melainkan, mereka menyediakan totebag sebagai alternatif kantong belanja dari konsumen. Poin penting penggunaan totebag adalah bisa digunakan berkali-kali. Apabila kotor dapat dicuci dan digunakan kembali.

  1. Tumbler 

Selain menekan jumlah sampah botol plastik, penggunaan botol minuman pribadi menghasilkan efek jangka panjang yang baik untuk kesehatan. Di sekolah, kampus, atau tempat umum lainnya biasanya ditemukan tempat untuk mengisi air minum kembali (refill), sehingga kita tidak perlu membeli air kemasan dan lebih berhemat.  

  1. Sabun dan shampo ramah lingkungan

Sabun yang mengandung deterjen mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan. Limbah sabun mengakibatkan kualitas air menurun karena adanya pencemaran.  Sodium lauryl sulfat (SLS) merupakan salah satu surfaktan anionik biasanya terkandung di dalam produk seperti shampoo, sabun, deterjen, maupun produk pembersih lainnya.

Busa yang ditimbulkan berbahaya bagi ekosistem perairan.  Produk go green berupa sabun herbal dapat dijadikan pengganti bahan pembersih saat ini. Sabun herbal diciptakan menggunakan bahan dasar minyak seperti minyak kelapa, minyak zaitun, minyak kelapa sawit, minyak tumbuhan, dan lainnya.

Selain tiga diatas ada juga, alat makan, kotak makan, tisu daur ulang, popok kain, dan lain-lain.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...