Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Raksasa Rebutan Bahan Baku...

Jakarta, Limbahnews.com – Upaya mengolah sampah plastik terus berkembang. Produsen air minum dalam...

Adhi Karya Bidik Pendapatan...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mengincar pendapatan berulang atau recurring...

Investor Surabaya Segera Bangun...

Ambon, Limbahnews.com - Pabrik plastik akan segera dibangun di Toisapu, Kecamatan Leitimur Selatan,...

Indonesia Luncurkan Bursa Karbon,...

Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan Bursa Karbon pada hari Selasa lalu (26/9/23) ....
BerandaLimbahMahasiswi Asal Sidoarjo...

Mahasiswi Asal Sidoarjo Temukan Penetral Bau Sampah, Diganjar Penghargaan dari Bupati Hingga UGM

Penemuannya pun terbukti ampuh dan sudah diaplikasikan di empat Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA).

Berawal dari diskusi dengan Ayahnya Bahrul Aming, Rania Nura Andindhita akhirnya berhasil menemukan bahan penetral bau sampah yang diberi nama eco lindi. Rania sendiri merupakan mahasiswi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) asal Desa Prasung, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa TImur.

Berkat penemuan miliknya, bau sampah yang berada di empat TPA yaitu, TPA Jabon Sidoarjo, TPA Bewono Surabaya, TPA, dan TPA 3R Purwomartani Sleman Yogyakarta berhasil dinetralkan.

Rania menjelaskan air eco lindi yang ditemukannya berasal dari endapan tumpukan sampah mempunyai sifat mendukung keragaman mikroba.

“Setelah air lindi ini dicampur dengan molase atau sisa air tebu, katalis penghasil enzim serta asam sulfat, bisa menghilangkan bau dan mampu melepaskan amoniak dan metana yang ada di tumpukan sampah,” jelasnya.

Ia menambahkan pembuatan Eco Lindi terbilang cepat dan ekonomis. Satu galon katalis bisa menghasilkan 10 ribu liter eco lindi. Sedangkan satu kali pembuatan eco lindi bisa dibuat 42 kali 10 ribu liter.

pembuatan Eco Lindi cepat dan murah. Satu galon katalis bisa menghasilkan 10 ribu liter eco lindi. Satu kali pembuatan eco lindi bisa dibuat 42 kali 10 ribu liter tersebut.

Untuk proses penggunaanya, Rania mengatakan cukup cairan disemprotkan ke tumpuka sampah. Adapun reaksinya hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit.

“Untuk pengembangannya, nantinya eco lindi tidak hanya bisa menetralkan bau sampah saja. Namun bisa juga difungsikan sebagai pupuk atau penyubur tanaman,” imbuhnya.

Berkat temuannya ini, Rania diganjar penghargaan  Trash Control Heroes oleh Bupati Sidoarjo. Tak hanya itu, Rania juga dijadwalkan menerima penghargaan dari pihak kampus UGM.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...