Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Anthony Pratt, Miliarder Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Bukan rahasia lagi bagi turunan Yahudi menguasai ekonomi dunia. Rupanya...

Indonesia Buang Makanan Rp...

Bogor, Limbahnews.com - Konsumsi makanan yang melebihi angka produksi memunculkan banyak permasalahan, mulai...

Investor Surabaya Segera Bangun...

Ambon, Limbahnews.com - Pabrik plastik akan segera dibangun di Toisapu, Kecamatan Leitimur Selatan,...

PD PAL Minta Dana...

Jakarta, Limbahnews.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengkritisi permintaan anggaran...
BerandaRagamAlarm Kebakaran Mengintai...

Alarm Kebakaran Mengintai di Musim Kemarau

Masyarakat dan perusahaan diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Kemarau panjang yang menerpa sebagian besar wilayah Indonesia membuat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) was-was dan menghimbau masyarakat menghadapi kerawanan kebakaran hutan. KLHK memprediksi potensi kebakaran hutan akan terjadi di bulan ini.

Kemarau panjang di Indonesia cukup parah lantaran dibarengi dengan fenomena El Nino yang akan berlangsung hingga akhir Desember dan puncaknya terjadi di bulan Agustus dan September. Fenomena El nino sendiri sudah terjadi 7 kali di Indonesia yaitu dari tahun 1965, 1972, 1982, 1991, 1997, 2009, dan tahun ini 2023.

“Hal ini menjadi peringatan kita bersama untuk bersama untuk waspada dan siap siaga terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan,” kata Tenaga ahli Menteri LHK Bidang Manajemen Kebakaran Lanksap, Raffles Panjaotan.

Saat ini KLHK tengah fokus menimalisir kebakaran hutan dengan memetakan wilayah yang rawan kebakaran untuk ditangani, pengelolaan kawasan hutan dengan membuat ilaran, sekat bakar, sekat kanal, dan memitigasi kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Tak hanya itu, KLHK juga tengah intens melakukan pelatihan penanggulangan bencana bagi masyarakat dan pengembangan inovasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah juga tengah melakukan pengembangan demi memperkuat sistem peringatan dini kebakaran hutan.

“Upaya ini sangat mengurangi potensi kerawanan kebakaran hutan dan lahan dengan kondisi cuaca karena dampak El NIno, seperti tahun 2015 dan 2019,” lanjutnya.

Sekadar informasi kebakaran hutan mulai terjadi di Indonesia seperti yang terjadi di Aceh Besar yang menghanguskan lahan seluas 16 hektare, kebakaran hutan di Gunung Bromo yang membakar lahan kurang lebih 274 hektare, dan kebakaran yang lain. Tak hanya kebakaran hutan, kebakaran juga kerap terjadi di perumahan warga yang padat penduduk.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...