Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Indonesia Buang Makanan Rp...

Bogor, Limbahnews.com - Konsumsi makanan yang melebihi angka produksi memunculkan banyak permasalahan, mulai...

Limbah Sawit PTPN II...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II, anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara...

Bank Dunia Soal Daur...

Jakarta. Limbahnews.com - Negara-negara Asia Tenggara merugi sebanyak US$ 6 miliar atau Rp...

E-Commerce Akui Penjualan Bahan...

Jakarta, Limbahnews.com - E-commerce B2B resin atau biji plastik pertama di Indonesia, Tokoplas.com...
BerandaRagamCara Menerapkan Green...

Cara Menerapkan Green Living dari Rumah

Konsep ini dinilai mampu menekan sampah dari rumah dan menjaga lingkungan.

Konsep green living kini banyak digunakan oleh perusahaan, organisasi, kelompok, yayasan, dan masyarakat umum karena dianggap lebih ekonomis dan mampu menekan sampah sekaligus berkontribusi menjaga lingkungan.

Apalagi saat ini kehidupan manusia dihadapkan pada sesuatu yang serba instan. Manusia terkadang kurang memperhatikan dampak keseharian terhadap lingkungan. Seperti membuang material sisa begitu saja tanpa melakukan proses daur ulang atau pengolahan terlebih dahulu.

Dampaknya menimbulkan siklus hidup suatu barang pun tidak berjalan dengan maksimal. Cepat digunakan dan cepat dibuang juga. Padahal hal ini dapat berdampak buruk terhadap lingkungan.

Lalu bagaimana menerapkan konsep green living di rumah Anda, berikut tipsnya dilansir dari waster4change.com.

  1. Menggunakan produk ramah lingkungan

Untuk menjaga lingkungan dari sampah ataupun zat yang akan berbahaya untuk lingkungan, sebetulnya terdapat banyak alternatif yang digunakan. Beralih dari produk pembersih yang mengandung zat berbahaya bagi lingkungan ke bahan alternatif seperti soda kue atau cuka.

Contoh lainnya adalah penggunaan lampu LED. Meski harga bola lampu ini lebih mahal dibanding jenis lainnya, bola lampu ini dapat menghemat energi karena membutuhkan sumber energi lebih sedikit dan dapat bertahan lebih lama. 

  1. Melakukan food preparation

Dengan melakukan persiapan terhadap makanan yang akan dikonsumsi akan meminimalisir sampah organik, karena jumlah makanan yang akan dibeli akan sama dengan jumlah yang akan dimakan. Sehingga makanan tidak akan mubazir akibat terlalu banyak porsi makanan yang dimasak atau terlalu lama nya bahan makanan sehingga membusuk.

  1. Menanam pohon

Selain membuat area rumah lebih cantik dan rindang, menanam pohon juga dapat menghasilkan oksigen yang nantinya dapat menyerap karbondioksida yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari. Dengan pohon yang tertanam juga akan menjadi penyejuk alami untuk rumah tempat kita tinggal.

  1. Menciptakan konsumsi minim sampah

Konsep green living dimaksudkan untuk memaksimalkan sumber daya yang ada. Maka dari itu mulailah dengan menggunakan produk atau barang guna ulang dan mulai mengurangi barang sekali pakai yang dapat hasilkan sampah.

Sebagai contoh menggunakan botol reusable sehingga dapat digunakan secara berulang dan akan mengurangi sampah botol plastik. Selain itu, membawa bekal dengan wadah guna ulang juga menjadi salah satu kegiatan minim sampah.

Dengan memanfaatkan produk guna ulang, secara tidak langsung kita membantu mengurangi sampah plastik yang umumnya digunakan untuk mengemas makanan. Dimana biasanya jumlah plastik yang digunakan bisa sekitar 5-7 lapis yang terdiri dari pembungkus plastik, sendok dan garpu plastik, pengait makanan plastik yang digunakan untuk menjaga kondisi makanan.

Green living dapat diartikan sebagai gaya hidup ramah lingkungan yang berfokus pada kehidupan yang berkelanjutan serta bertanggung jawab terhadap sumber daya alam yang digunakan. Pengertian tersebut mengartikan bahwa memaksimalkan penggunaan sumber daya alam yang telah digunakan. Salah satu adalah dengan melakukan daur ulang untuk memperpanjang usia barang atau produk yang digunakan. Contoh lainnya adalah mengurangi limbah dari produk yang telah digunakan. 

Cara Menerapkan Green LIving di Rumah Anda

Konsep ini dinilai mampu menekan sampah dari rumah dan menjaga lingkungan.

Konsep green living kini banyak digunakan oleh perusahaan, organisasi, kelompok, yayasan, dan masyarakat umum karena dianggap lebih ekonomis dan mampu menekan sampah sekaligus berkontribusi menjaga lingkungan.

Apalagi saat ini kehidupan manusia dihadapkan pada sesuatu yang serba instan. Manusia terkadang kurang memperhatikan dampak keseharian terhadap lingkungan. Seperti membuang material sisa begitu saja tanpa melakukan proses daur ulang atau pengolahan terlebih dahulu.

Dampaknya menimbulkan siklus hidup suatu barang pun tidak berjalan dengan maksimal. Cepat digunakan dan cepat dibuang juga. Padahal hal ini dapat berdampak buruk terhadap lingkungan.

Lalu bagaimana menerapkan konsep green living di rumah Anda, berikut tipsnya dilansir dari waster4change.com.

  1. Menggunakan produk ramah lingkungan

Untuk menjaga lingkungan dari sampah ataupun zat yang akan berbahaya untuk lingkungan, sebetulnya terdapat banyak alternatif yang digunakan. Beralih dari produk pembersih yang mengandung zat berbahaya bagi lingkungan ke bahan alternatif seperti soda kue atau cuka.

Contoh lainnya adalah penggunaan lampu LED. Meski harga bola lampu ini lebih mahal dibanding jenis lainnya, bola lampu ini dapat menghemat energi karena membutuhkan sumber energi lebih sedikit dan dapat bertahan lebih lama. 

  1. Melakukan food preparation

Dengan melakukan persiapan terhadap makanan yang akan dikonsumsi akan meminimalisir sampah organik, karena jumlah makanan yang akan dibeli akan sama dengan jumlah yang akan dimakan. Sehingga makanan tidak akan mubazir akibat terlalu banyak porsi makanan yang dimasak atau terlalu lama nya bahan makanan sehingga membusuk.

  1. Menanam pohon

Selain membuat area rumah lebih cantik dan rindang, menanam pohon juga dapat menghasilkan oksigen yang nantinya dapat menyerap karbondioksida yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari. Dengan pohon yang tertanam juga akan menjadi penyejuk alami untuk rumah tempat kita tinggal.

  1. Menciptakan konsumsi minim sampah

Konsep green living dimaksudkan untuk memaksimalkan sumber daya yang ada. Maka dari itu mulailah dengan menggunakan produk atau barang guna ulang dan mulai mengurangi barang sekali pakai yang dapat hasilkan sampah.

Sebagai contoh menggunakan botol reusable sehingga dapat digunakan secara berulang dan akan mengurangi sampah botol plastik. Selain itu, membawa bekal dengan wadah guna ulang juga menjadi salah satu kegiatan minim sampah.

Dengan memanfaatkan produk guna ulang, secara tidak langsung kita membantu mengurangi sampah plastik yang umumnya digunakan untuk mengemas makanan. Dimana biasanya jumlah plastik yang digunakan bisa sekitar 5-7 lapis yang terdiri dari pembungkus plastik, sendok dan garpu plastik, pengait makanan plastik yang digunakan untuk menjaga kondisi makanan.

Green living dapat diartikan sebagai gaya hidup ramah lingkungan yang berfokus pada kehidupan yang berkelanjutan serta bertanggung jawab terhadap sumber daya alam yang digunakan.

Pengertian tersebut mengartikan bahwa memaksimalkan penggunaan sumber daya alam yang telah digunakan. Salah satu adalah dengan melakukan daur ulang untuk memperpanjang usia barang atau produk yang digunakan. Contoh lainnya adalah mengurangi limbah dari produk yang telah digunakan. 

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...