Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Mountrash Punya ATM Sampah,...

Jakarta, Limbahnews.com - Kreativitas dan upaya mencari solusi atas sampah terus berkembang. Bank...

Botol PET Wajib Pakai...

Jakarta, Limbahnews.com - Asosiasi Industri Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) menyatakan kewajiban menggunakan...

Raksasa Rebutan Bahan Baku...

Jakarta, Limbahnews.com – Upaya mengolah sampah plastik terus berkembang. Produsen air minum dalam...

Vietnam Mulai Lirik Kredit...

Jakarta, Limbahnews.com - Konsep kredit plastik dalam mengurangi limbah dari plastik terus digulirkan...
BerandaLimbahInovasi Daur Ulang...

Inovasi Daur Ulang Sampah Elektronik, Ada yang Jadi Peraih Medali Olimpiade

Potensi sampah elektronik sangat besar karena bisa dibuat dalam berbagai karya menarik dan estetik.

Produksi sampah elektronik di dunia sangat besar, namun yang termanfaatkan tidak lebih dari 20%. Indonesia sendiri memproduksi sampah elektronik hingga 2 juta ton berdasarkan laporan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2021 lalu. 

Sementara dari catatan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)  memprediksi jumlah sampah elektronik dari tahun ke tahun bakal terus meningkat, tahun 2030 nanti sampah elektronik bakal berjumlah 74 juta ton. Tahun 2050 nanti sampah elektronik diklaim akan mencapai 120 juta ton.

Sampah elektronik secara bijak mesti didaur ulang karena tergolong dalam jenis sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Sampah elektronik mengandung bahan kimia berbahaya seperti litium, timbal, nikel, merkuri dan berbagai bahan berbahaya lainnya.

Bahan-bahan kimia berbahaya tersebut sangat berbahaya, apalagi sampai masuk dalam tubuh manusia. Manusia yang terpapar kandungan bahaya dari sampah elektronik ini berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan, di antaranya masalah lambung hingga kanker. 

Selain berbahaya bagi kesehatan manusia, sampah elektronik yang dibuang sembarangan juga berbahaya bagi lingkungan. Unsur-unsur beracun di dalamnya dapat mencemari sumber-sumber air, seperti sungai, danau hingga laut. Itulah mengapa daur ulang sampah elektronik sangat penting.

Meski begitu, sampah elektronik bila didaur ulang dan dimanfaatkan akan mendatangkan peluang ekonomi sangat besar dibanding jenis sampah lain. Salah satu yang jadi contoh nyata yaitu saat pelaksanaan Olimpiade di Korea Selatan pada tahun 2020 lalu dimana medali yang dikalungkan kepada setiap jawara berasal dari daur ulang sampah elektronik.

Sejumlah 5.000 medali emas, perak dan perunggu, terbuat dari hasil daur ulang sampah elektronik yang dikumpulkan sejak tahun 2017. Berdasarkan informasi yang dikutip dari USA Today, ada sekitar 80.000 ton sampah elektronik yang berasal dari sumbangan rakyat Jepang.

Setelah melalui proses daur ulang yang panjang, sampah elektronik tersebut menjadi 32 kilogram emas, 4.000 kilogram perak dan 2.000 kilogram perunggu, yang akhirnya menjadi medali. 

Kini, makin banyak seniman yang sadar tentang bahaya sampah elektronik, sehingga memanfaatkannya menjadi karya seni. Seperti yang dilakukan seniman asal Inggris, Nick Gentry, menjadikan floppy disk sebagai kanvas.

Lalu ada, seniman asal Korea Selatan, Choi Jung Hyun yang membuat patung ular dari tombol-tombol keyboard yang sudah tidak terpakai. Ada juga Susan Stockwell, seniman Inggris yang membuat etalase peta dunia dari sampah komponen perangkat elektronik.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...