Rabu, Juli 24, 2024

Creating liberating content

Anthony Pratt, Miliarder Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Bukan rahasia lagi bagi turunan Yahudi menguasai ekonomi dunia. Rupanya...

Angkasa Pura Properti dan...

Medan, Limbahnews.com - PT Angkasa Pura Properti, salah satu anak perusahaan PT Angkasa...

Daur Ulang 14,5 Juta...

Gideon W KetarenJakarta, Limbahnews.com – Aplikasi pengelolaan sampah, Mountrash.com, terus meningkatkan kinerjanya dalam...

Investasi Plastik Ramah Lingkungan,...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Cheil Jedang Indonesia (PT CJ Indonesia) kembali mengembangkan investasi...
BerandaTeknologiListrik di China...

Listrik di China Kini Lebih Banyak Berasal Energi Ramah Lingkungan

Negeri Tirai Bambu kini mulai mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil seperti batu bara.

China kini sedang berangsur-angsur mulai meninggalkan penggunaan bahan bakar fosil dan beralih ke energi yang terbarukan dan ramah lingkungan. Hal ini dilakukan mengingat penggunaan bahan bakar fosil memiliki dampak negatif terhadap lingkungan.

Pemerintah Negeri Tirai Bambu saat ini tengah berkomitmen untuk mengurangi pemanasan global yang kian arang tahun ini. Hal itu ditandai dengan maraknya gelombang panas yang menerpa sebagian besar negara di dunia.

Dan untuk pertama kalinya dibulan Juli hingga saat ini, kapasitas terpasang energi ramah lingkungan di Provinsi Zhejiang, China timur, mencapai 57,51 juta kilowatt, melampaui kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara.

Menurut data terbaru dari State Grid Zhejiang Electric Power Co., Ltd. dari total kapasitas listrik terpasang di Zhejiang, energi bersih menyumbang sebesar 46 persen, batu bara 40,1 persen, gas alam 10,7 persen, dan sisanya 3,2 persen dari sumber-sumber lain.

Dalam beberapa tahun terakhir, provinsi itu mendorong penerapan energi bersih dengan memperluas penggunaan tenaga angin, tenaga surya, dan tenaga nuklir, di antara inisiatif lainnya, sehingga mengurangi ketergantungan pada batu bara.

Meningkatnya kapasitas terpasang energi ramah lingkungan membawa peluang baru bagi industri-industri berkembang seperti fotovoltaik, baterai listrik, dan kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV).

Data sebelumnya menunjukkan bahwa hampir 1 juta tiang pengisian daya (charging pole) telah dipasang di seluruh provinsi tersebut.

Perusahaan itu berencana membangun lebih dari 2,3 juta tiang pengisian daya pada 2025 untuk memenuhi permintaan pengisian daya lebih dari 4 juta NEV.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...