Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Peluang Bisnis Pengelolaan Limbah...

Jakarta, Limbahnews.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) melihat adanya potensi untuk terlibat...

Naksir Pengolahan Limbah Tambang,...

Ilustrasi pemulihan lahan bekas tambang (Mikrobios.id)Jakarta, Limbahnews.com - PT PP Presisi Tbk (PPRE)...

Indonesia Buang Makanan Rp...

Bogor, Limbahnews.com - Konsumsi makanan yang melebihi angka produksi memunculkan banyak permasalahan, mulai...

Investor Surabaya Segera Bangun...

Ambon, Limbahnews.com - Pabrik plastik akan segera dibangun di Toisapu, Kecamatan Leitimur Selatan,...
BerandaKebijakanIni Jenis Polutan...

Ini Jenis Polutan yang Buat Udara Jabodetabek Bak Kota Racun

Polusi udara yang membekap area Jabodetabek ini sampai membuat Presiden Jokowi batuk-batuk.

Bila awal bulan ini, pegiat lingkungan menyayangkan darurat sampah di Yogyakarta. Kini status darurat pun berlaku di Jakarta, tapi daruratnya bukan sampah, melainkan darurat karena polusi udara.

Sejak seminggu terakhir, kualitas udara di Ibukota Negara Indonesia ini sangat buruk bahkan tak layak untuk dihirup secara langsung sangking tercemarnya. Bahkan sejumlah publik figur tanah air dibuat kapok bahkan sakit karena polusi ini. Misal Chef Renata yang penyakit alerginya kambuh, Raisa yang resah lantaran polusi ini bikin anaknya berada dalam bahaya, sampai yang teranyar Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dibuat batuk-batuk.

Diberita sebelumnya telah dibahas apa penyebab polusi udara di Jakarta memburuk. Kali ini, kita akan membahas apa sih kandungan polutan yang buat udara dilangit kota Batavia ini sangat tidak layak bahkam beracun.

Polutan yang terkandung yaitu PM 2.5 dan PM 10. Keduanya memiliki ukuran sangat kecil. Particulate Matter (PM) 2.5 adalah partikel halus di udara yang ukurannya 2,5 mikron atau lebih kecil dari itu. Sedangkan PM10 adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron.

Dilaporkan Department of Health New York, AS, PM 2.5 bisa mengurangi jarak pandang dan terlihat agak berkabut ketika jumlahnya tinggi. PM 2.5 memiliki lebar sekitar 2 sampai 1,5 mikron. Ukurannya ini membuatnya 30 kali lebih kecil dibanding lebar rambut manusia. PM 10 ukurannya bisa lebih besar, tapi risiko bahayanya sama.

Ukuran PM 2.5 yang kecil membuatnya bisa masuk hingga ke dalam paru-paru. Paparan PM 2.5 dalam waktu sebentar saja sudah cukup untuk menyebabkan masalah pada mata, hidung, tenggorokan, iritasi paru, batuk, bersin, pilek, dan napas pendek.

Sebuah riset yang dipublikasikan di The Journal of Investigative Medicine mengungkap, PM 2.5 meningkatkan risiko kanker mulut. Lalu darimana sumber polutan ini, PM 2.5 berasal dari asap mobil, truk, dan bus. Segala sesuatu yang melibatkan pembakaran bahan bakar, seperti kayu dan minyak, adalah sumber dari PM 2.5. Kebakaran hutan dan rumput juga menjadi sumber PM 2.5 ini.

Selain itu PM 2.5 bisa ditemukan dari rokok, memasak, membakar lilin, atau penggunaan pemanas berbahan bakar.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...