Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Jepang Ingin Impor Limbah...

Ilustrasi pengolahan limbah sawit (Mikrobios.id)Medan, Limbahnews.com - Jepang tertarik mengimpor limbah dari kelapa...

Naksir Pengolahan Limbah Tambang,...

Ilustrasi pemulihan lahan bekas tambang (Mikrobios.id)Jakarta, Limbahnews.com - PT PP Presisi Tbk (PPRE)...

Limbah Sawit PTPN II...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II, anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara...

DKI Jakarta Larang Kantong...

Ilustrasi sampah plastik di TPS Sunter Koja, Jakarta. (Ist)Jakarta, Limbahnews – Bebeharapa hari...
BerandaKebijakanPakar UGM Sebut...

Pakar UGM Sebut Hal Ini yang Bikin Polusi di Jakarta Makin Parah

Jakarta dalam dua hari jadi sorotan lantaran polusi udara yang tak terkendali. Bahkan udara di Jakarta tak layak dihirup secara langsung, pemerintah setempat pun menyarankan warga memakai masker saat beraktivitas diluar rumah. Bahkan dalam sebuah laporan, kualitas udara di Jakarta setara dengan mengisap 112 batang rokok selama sebulan.

Pengamat iklim dan lingkungan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Emilya Nurjani menyebut faktor lain yang membuat kualitas udara memburuk akhir-akhir ini. Ia menyebut musim kemarau yang panjang buat polusi udara makin parah.

“Secara teori memang benar, karena jika ada hujan maka gas hasil pembakaran akan larut dengan air dan diturunkan ke permukaan sehingga udara kembali bersih. Dengan kondisi sekarang di mana sudah lama tidak hujan dan kelembapan juga cukup rendah, keberadaan gas tadi jadi banyak,” ujarnya.

Ia juga membeberkan cara mengetahui kualitas udara bisa dilihat lewat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Indeks tersebut berguna juga untuk melihat kualitas kesehatan manusia, nilai estetika, dan makhluk hidup lainnya.

Terdapat 7 parameter dasar yang ada pada perhitungan ISPU yakni Partikulat (PM10 dan PM2.5), karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), ozon (O3), dan hidrokarbon (HC). Emilya menyorot PM2,5 yang paling penting dipantau karena berpengaruh bagi kesehatan.

“Baru ditambahkan karena ternyata disinyalir akan berpengaruh pada kesehatan manusia. PM2,5 bisa masuk ke dalam saluran hidung, kalau sudah sampai paru-paru akan susah untuk keluar,” terangnya.

Emilya juga memberikan solusi untuk mengatasi polusi udara di Jakarat, salah satunya dnegan mengubah gaya hidup seperti mengurangi penggunaan transportasi dan melakukan pengelolaan sampah secara bijak.

“Menanam pohon juga menjadi salah satu cara yang baik. Selain berfungsi sebagai peneduh, pohon yang ditanam di tepi jalanan sebisa mungkin dapat mengikat gas-gas berbahaya yang mengancam kesehatan,” tutupnya.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...