Minggu, Juli 14, 2024

Creating liberating content

Ramadan Dongkrak Penjualan AMDK,...

Jakarta, Limbahnews.com - Industri Air Minum dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia mulai bergerak...

Circulate Capital Luncurkan Pendanaan...

Mountrash membangun kemitraan dalam pengelolaan sampah plastik di Indonesia.Jakarta, Limbahnews.com - Circulate Capital...

Imbas Corona, Industri Daur...

Ilustrasi sampah plastik impor (Artalab.id)Jakarta, Limbahnews.com - Pengusaha Jawa Timur (Jatim) mulai...

Naksir Pengolahan Limbah Tambang,...

Ilustrasi pemulihan lahan bekas tambang (Mikrobios.id)Jakarta, Limbahnews.com - PT PP Presisi Tbk (PPRE)...
BerandaKebijakanChef Renata Hingga...

Chef Renata Hingga Raisa Keluhkan Kualitas Udara Jakarta yang Kian Memburuk

Polusi udara di Jakarta selama sebulan terakhir jadi topik hangat, bahkan dua hari terakhir ini, kondisinya makin memburuk.

Polusi udara di Ibukota Jakarta merupakan masalah klasik yang hingga saat ini tidak diselesaikan. Dalam beberapa minggu terakhir kualitas udaranya bahkan memburuk dan tak layak untuk dihirup secara langsung.

Bahkan dalam sebuah laporan menyebutkan kualitas udara di Serpong, Tangerang Selatan setara dengan mengisap 112 batang rokok selama sebulan.

Nafas menerbitkan laporan berisi daftar kota dengan kualitas udara buruk selama Juli 2023. Serpong jadi kota dengan kualitas udara terburuk dengan polutan PM2.5 di angka 80 mikrogram per meter kubik.

Berdasar makalah yang diterbitkan Berkeley Earth di 2015, PM2.5 sebesar 80 mikrogram per meter kubik setara dengan mengisap 112 batang rokok per bulan.

Buruknya kualitas udara di Jakarta juga dikomentari publik figur yaitu Chef Renata dan Raisa. Chef Renata terpaksa sakit lantaran alerginya kambuh akibat polusi udara.

“Saya yang sinus dan allergic rhinitis paket lengkap cukup rasakan sendiri dan sudah tahu tanpa cek data. Tiap ada gejala-gejala, saya cek, dan benar,” cuitnya di akun Instagram dan Twitternya.

Ia juga menyayangkan langkah pemerintah yang tidak tanggap dan cenderung tidak tegas. Chef yang mempunyai paras yang cantik ini pun membandingkan kualitas udara di beberapa negara yang juga buruk namun tidak seburuk Jakarta. Namun berbeda dengan Jakarta, isu ini juga mendapat perhatian khusus jika terjadi di luar negeri.

“Di beberapa negara, capai AQI 150 itu sudah jadi headline berita dengan warning heboh jangan keluar rumah, tutup jendela, pakai masker dan pasang purifier,” lanjutnya.

Hal senada juga turut dilontarkan Raisa, Ia mengatakan kualitas udara yang sangat buruk di Jakarta sangat mengkhawatirkan. Diketahui ideks kualitas udara mencapai US AQI 207 di suhu 30 derajat dan kecepatan angin 7,4 km per jam. Bukan hanya itu, yang membuat penyanyi solo ini geram, pemerintah seakan abai dengan kondisi ini padahal hal ini sangat berbahaya.

“Another day being DENIED basic human need; clean air. Pas covid heboh penanganannya sekarang diam saja pura-pura nggak tau, denial, nggak ada solusi,” curhat Raisa dalam unggahan yang Instagramnya.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...