Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Eka Sari Lorena Masuk...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) tengah menjajaki bisnis...

Garap Investasi, NTB Bakal...

Mataram, Limbahnews.com - Organisasi nirlaba Classroom of Hope bertemu Wakil Gubernur NTB Sitti...

Coca-Cola Bangun Pabrik Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) dan Dynapack Asia melakukan pembangunan...

Circulate Capital Luncurkan Pendanaan...

Mountrash membangun kemitraan dalam pengelolaan sampah plastik di Indonesia.Jakarta, Limbahnews.com - Circulate Capital...
BerandaKebijakanSampah Menumpuk di...

Sampah Menumpuk di Rumah Sakit Yogja dan Sleman, Imbas Penutupan TPA Piyungan

Sampah itupun mengeluarkan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan pengunjung dan pasien rumah sakit

Darurat sampah dalam dua minggu terakhir menimpa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tampak sampah dipekarangan rumah warga menumpuk lantaran tak diangkut.

Kini, sampah juga mulai menumpuk di dua rumah sakit yang terletak di pusat Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Sampah-sampah tersebut juga sudah mulai mengeluarkan bau menyengat dan kerumunan lalat karena sudah mulai membusuk.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) DIY, Asri Priyani Muryatiningsih.”“Terutama di wilayah Kota Jogja dan Kabupaten Sleman. Itu sebagian besar sampahnya belum diangkut, sudah dua mingguan ini,” katanya.

Ia juga khawatir tumpukan sampah tersebut sangat riskan menjadi tempat berkembangnya bakteri dan sumber penyakit yang dapat membuat pasien yang sedang dirawat semakin parah. Untuk itu, Pria yang diakrab disapa Asri ini telah mengirimkan surat kepada pemerintah DIY supaya masalah sampah di rumah sakit tersebut menjadi perhatian.

“Masalah ini terjadi di semua rumah sakit, baik milik pemerintah apalagi rumah sakit swasta,” tambahnya.

Permasalahan sampah di rumah sakit juga terjadi di Kabupaten Bantul meski tak separah di di Yogja dan Sleman. “Biasanya setiap hari bisa diangkut, saat ini dua hari sekali baru diangkut,” ujarnya.

Asri juga mengungkapkan selama ini pihak rumah sakit sudah berupaya mengurangi sampah dengan tak lagi menggunakan alat-alat makan sekali pakai. Mereka juga sudah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengolah sampah organik maupun anorganik yang dihasilkan.

“Tapi itu masih belum bisa menghabiskan semua sampah yang dihasilkan, jadi tetap ada sampah-sampah yang belum bisa diolah dan masih menumpuk sampai sekarang,” tutupnya.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...