Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

INOV Yakin Industri Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik...

Tipping Fee Bantargebang Rp...

Bekasi, Limbahnews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bakal menerima uang sebesar Rp 379...

Danone AQUA-Veolia Bangun Pabrik...

Dokumentasi pencanangan pabrik (Ist)Pasuruan, Limbahnews.com - Pabrik daur ulang botol PET (Polyethylene Terephthalate)...

Potensi Pasar Masih Besar,...

German - Indonesian Forum on Potential Cooperation in Indonesia's Recycling Sector (Econid)Jakarta, Limbahnews.com...
BerandaTeknologiSIG Tingkatkan Pemakaian...

SIG Tingkatkan Pemakaian Biomassa Sebagai Bahan Bakar Alternatif yang Ramah Lingkungan

Peningkatan penggunaan biomassa sebagai bahan bakar alternatif untuk melindungi lingkungan

Demi mewujudkan ekonomi hijau, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SIG), berkomitmen mendukung pembangunan rendah karbon dengan fokus memperkuat penerapan prinsip perlindungan terhadap lingkungan.  

Salah satu upaya strategis yang dilakukan SIG yakni dengan menggunakan bahan bakar alternatif dari biomassa pada proses pembuatan semen. Subtitusi dari energi fosil menjadi penggunaaan energi terbarukan yang ramah lingkungan, dalam hal ini biomassa menjadi salah satu solusi untuk mengurangi limbah pertanian yang berpotensi menimbulkan gas metana apabila dibiarkan terdegradasi. Selain itu, dari aspek ekonomi juga menguntungkan bagi masyarakat.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, pengggunaan biomassa pabrik-pabrik milik SIG pada tahun 2022 mencapai 2,7 ton yang berasal dari sekam padi, bonggol jagung, cangkang mete, dan cangkang sawit.

“Sebagai produsen bahan bangunan, SIG berkomitmen menjadi motor penggerak transisi ke ekonomi hijau. Hal itu dilakukan dengan memprioritaskan pembangunan rendah karbon yang inklusif dan berkeadilan. Penggunaan biomassa adalah salah satu inisiatif SIG untuk substitusi energi fosil dan mendorong penggunaan energi baru terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan,” kata Vita, melansir tribunnews,com, Kamis 27/7/20.

Ia menambahkan, SIG juga memanfaatkan sampah perkotaan menjadi bahan bakar alternatif dengan menggunakan teknologi refuse-derived fuel (RDF) di Pabrik SBI Narogong dan Cilacap.  

“Melalui Pabrik SBI, SIG telah memelopori terwujudnya fasilitas RDF pertama di Indonesia yang berlokasi di Jeruklegi, Cilacap,” tambahnya.

Selaiin manajemen energi terbarukan, komitmen SIG [ada perlindungan lingkungan juga diwujudkan melalui konservasi keanekaragaman hayati (kehati). Perseroan melakukan konservasi kehati dan situs Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong di area PT Semen Tonasa. Manajemen perusahaan menetapkan kawasan Bulu Sipong seluas 31,64 hektare atau 11,3 persen dari total lahan tambang seluas 280 hektare sebagai kawasan konservasi.

Pengelolaan kawasan Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong dirancang secara cermat oleh PT Semen Tonasa sesuai  rekomendasi SIG. Dimulai dari reklamasi dan revegetasi di kawasan konservasi, mengontrol kegiatan operasional untuk memastikan efek getaran dan debu tetap di bawah ambang batas, pemeliharaan dan pengairan jalan tambang, mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian situs prasejarah serta menjalin kerjasama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB).

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...