Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Pelaku Industri Kimia dan...

Jakarta, Limbahnews.com - Pelaku industri plastik yang tergabung dalam Asosiasi Industri Olefin, Aromatik...

Waspadai Harga Plastik di...

Kapal khusus memuat limbah plastik dari lautan. (Ist)Jakarta, Limbahnews.com - Ada sedikit cahaya...

Terkait Amdal dan Limbah,...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berkomitmen ikut berkontribusi mengurangi...

Tangani Limbah Corona, PT...

Jakarta, Limbahnews.com - Penanganan limbah medis terkait wabah corona (Covid-19) oleh PT Jasa...
BerandaLimbahUnilever Disebut Penyumbang...

Unilever Disebut Penyumbang Terbesar Sampah Sachet di Sungai Ciliwung

Padahal kandungan kimia pada kemasan sachet sangat berbahaya

Perusahaan Unilever disebut sebagai penyumbang terbesar sampah sachet di Sungai Ciliwung. Hal ini dibeberkan Daru Setyorini, Manager Program ECOTON Dr, sebelumnya Sungai Ciliwung pada rentang tahun 2022 hingga 2023 tercemar oleh sampah campuran, terbesar adalah sampah plastik.

“Untuk mengetahui produsen mana yang menjadi top polluters sampah sachet di Sungai Ciliwung, kami melakukan brand audit dan hasilnya menunjukkan Unilever sebagai juara pencemar sachet,” ucapnya.

Padahal, sampah sachet sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan tubuh lho. Kandungan bahan kimia ftalat dan EVOH yang beracun, bisa mengganggu sistem hormon, dan pemicu kanker.

Yuyun Ismawati, Co-Founder Nexus3 Foundation mengatakan kalau kemasan plastik yang sekali pakai sangat berbahaya bagi kesehatan apabila kandungan kimia seperti PFAS pindah ke makanan.

“Penggunaan senyawa-senyawa berbahaya dalam kemasan sachet ini bukan hanya berbahaya terhadap kesehatan konsumen tetapi juga terakumulasi di lingkungan. Kimia-kimia ini juga akan menyebabkan ekonomi sirkular yang toksik,” bebernya.

Sementara itu pihak Unilever menjelaskan mengapa perusahaan masih memproduksi kemasan sachet meski punya dampak lingkungan berbahaya. Kemasan sachet diklaim masih dibutuhkan masyarakat lantaran dianggap paling efisien dan mudah dijangkau konsumen karena relatif murah dari sisi harga.

“Edukasi sih (jalan keluarnya). Itu masih terus dilakukan. Kita ajak konsumen (berubah), buat kampanye untuk memberi pengertian bahwa beli (dalam ukuran) lebih besar), dalam jangka panjang lebih efisien. Tapi, itu masih journey,” ungkap Maya Tamimi Head of Division Environment & Sustainability Unilever

Untuk mengurnagi ketergantungan pada produk sachet, Unilever saat ini tengah mencanangkan program strategi penjualan produk dengan sistem isi ulang. Mereka sebelumnya sudah meluncurkan penjualan isi ulang secara berkeliling bekerja sama dengan siklus. Unilever juga pernah meluncurkan pojok isi ulang di toko curah. Satu sama lain punya tantangan berbeda.

Maya juga menyebut pihaknya tak ingin berhenti mengaplikasikan sistem penjualan isi ulang agar bisa terus menekan jumlah sampah plastik yang dihasilkan. Salah satu strategi terbaru adalah menggandeng bank sampah. Sementara, pilot project dilakukan di 300 titik di Jakarta Raya dan Surabaya.

“Rencananya tahun ini akan tambah lagi sehingga di akhir 2023 sudah ada 500 titik jual secara refill,” ujarnya.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...