Minggu, Juli 14, 2024

Creating liberating content

Danone AQUA-Veolia Bangun Pabrik...

Dokumentasi pencanangan pabrik (Ist)Pasuruan, Limbahnews.com - Pabrik daur ulang botol PET (Polyethylene Terephthalate)...

Angkasa Pura Properti dan...

Medan, Limbahnews.com - PT Angkasa Pura Properti, salah satu anak perusahaan PT Angkasa...

Indonesia Luncurkan Bursa Karbon,...

Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan Bursa Karbon pada hari Selasa lalu (26/9/23) ....

Eka Sari Lorena Masuk...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) tengah menjajaki bisnis...
BerandaLimbahPernah Diprotes Keras,...

Pernah Diprotes Keras, Kini Jepang Kantongi Izin PBB Buang Limbah Nuklir ke Laut

Limbah air yang dihasilkan dari Pembangkit Tenaga Nuklir Fukushima Daichi direncanakan akan dibuang ke laut

Rencana Jepang yang ingin membuang limbah nuklir ke luat mendapat tantangan yang keras dari berbagai negara seperti China dan Korea Sekatan. Kedua negara tersebut bahkan menyetop ekspor makanan ke Jepang buntut dari rencana tersebut.

Tidak hanya dsri luar negeri, protes keras juga dilayangkan kelompok nelayan Jepang, mereka khawatir limbah buangan nuklir ke laut akan merusak ekosistem laut dan damoaknya negara-negara di dunia tidak percaya dengan makanan laut yang berasal dari Jepang.

Nelayan yang tergabung dalam serikat nelayan telah menentang rencana tersebut, dengan mengatakan akan membatalkan pekerjaan untuk memperbaiki reputasi setelah beberapa negara melarang beberapa produk makanan Jepang setelah bencana tahun 2011.

Petisi dari daerah sekitar pabrik telah mengumpulkan lebih dari 250.000 tanda tangan sejak proposal pertama kali dibuat.

Beberapa negara tetangga juga mengeluh selama bertahun-tahun tentang ancaman terhadap lingkungan laut dan kesehatan masyarakat, dengan Beijing muncul sebagai kritik terbesar.

“Jepang akan terus memberikan penjelasan kepada masyarakat Jepang dan masyarakat internasional secara tulus berdasarkan bukti ilmiah dan dengan tingkat transparansi yang tinggi,” kata Kishida perwakilan dari nelayan.

Namun, baru-baru ini Jepang mendapat izin dari Badan pengawas nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Badan tersebut menyebut pemerintah Jepang telah memenuhi syarat-syarat tertentu sehingga dampakk radiologi yang selama ini ditakutkan tidak terjadi.

Namun Negeri Sakura sendiri belum menentukan tanggal untuk memulai pelepasan air sambil menunggu persetujuan resmi dari badan pengawas nuklir nasional untuk Tokyo Electric Power (Tepco). Menurut informasi, rencana yang diumumkan pada tahun 2021 bisa datang paling cepat minggu ini.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...