Kamis, Juli 11, 2024

Creating liberating content

Ancaman Investasi Kabur Usai...

Jakarta, Limbahnews.com -- Sejumlah pengamat melihat ancaman hambatan investasi masuk ke Indonesia melalui...

Tutup Usaha Akibat Corona,...

Jakarta, Limbahnews.com - Wabah virus corona di Indonesia membuat dunia usaha mati suri,...

Indonesia Buang Makanan Rp...

Bogor, Limbahnews.com - Konsumsi makanan yang melebihi angka produksi memunculkan banyak permasalahan, mulai...

Investasi Plastik Ramah Lingkungan,...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Cheil Jedang Indonesia (PT CJ Indonesia) kembali mengembangkan investasi...
BerandaRagamCuaca Panas Mengintai,...

Cuaca Panas Mengintai, Kenali Warna Pakaian yang Cocok Dipakai Beraktivitas Diluar Rumah

Memilih warna pakaian ini setidaknya membantu Anda bisa beraktivitas diluar ruangan ditengah cuaca panas saat ini.

Dampak dari pemanasan global dalam beberapa bulan terakhir sangat terasa dibeberapa negara. Terutama perubahan iklim, terkhusus cuaca panas yang tak terkendali.

Beberapa negara di Eropa seperti Jerman, Italia, Yunani, Spanyol, dan Perancis tengah bergelut dengan cuaca panas. Bahkan di Italia cuaca panas memakan korban jiwa. Hal sama pun terjadindi Amerika Serikat dan India. Di India, puluhan orang meninggal akibat cuaca panas.

Lalu bagaimana di Indonesia?. Sejauh ini, BMKG memaparkan cuaca panas di Indonesia tidak berbahaya seperti yang terjadi di negara lain. Meski begitu masyarakat diminta memperhatikan cuaca di siang hari, apabila dirasa diterik disarankan untuk tidak keluar rumah.

Lalu bagaimana jika Anda bekerja dan mengharuskan keluar rumah pada siang hari. Nah, Anda harus memperhatikan beberapa hal, salah satunya warna pakaian yang digunakan.

Seorang peneliti dari Institut Nasional Jepang, Toshiaki Ichinose melakukan studi lingkungan tentang warna baju yang paling sejuk dioakai beraktivitas diluar ruangan

Ia menjelaskan ternyata warna pakaian tertentu dapat memantulkan radiasi matahari. Energi yang tidak dipantulkan diserap dalam bentuk panas, dan oleh karena itu benda dengan warna pantul yang lebih tinggi akan terasa lebih dingin.

Ichinose dan timnya melakukan eksperimen luar ruangan di bawah terik matahari musim panas pada suhu 30°C, dengan sedikit atau tanpa angin. Sembilan kaos polo berwarna berbeda dari bahan yang sama ditempatkan berdampingan dan dipantau melalui kamera panas selama 5 menit.

Hasilnya menunjukkan bahwa kemeja yang paling dingin adalah yang berwarna putih, diikuti oleh kuning, abu-abu, merah, ungu, biru, hijau, hijau tua, dan hitam dalam urutan tertentu.

Perbedaan suhu antara kemeja itu cukup drastis, dengan kemeja putih mencapai 30°C, dan kemeja hijau tua dan hitam mencatat suhu di atas 50°C

“Jika kita tidak suka kemeja putih karena mudah kotor, kami merekomendasikan untuk mengenakan kemeja kuning, abu-abu, dan merah yang memiliki reflektansi relatif tinggi,” katanya.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...