Jumat, Juli 12, 2024

Creating liberating content

Omset Emiten Daur Ulang...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), produsen staple buatan/Recycled Polyester...

Terkait Amdal dan Limbah,...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berkomitmen ikut berkontribusi mengurangi...

Daur Ulang 14,5 Juta...

Gideon W KetarenJakarta, Limbahnews.com – Aplikasi pengelolaan sampah, Mountrash.com, terus meningkatkan kinerjanya dalam...

Peluang Bisnis Pengelolaan Limbah...

Jakarta, Limbahnews.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) melihat adanya potensi untuk terlibat...
BerandaUncategorizedHutan Hujan Tropis...

Hutan Hujan Tropis Seluas Kalimantan Selatan Lenyap Selama Tahun 2022

Kesinambungan kehidupan makhluk hidup di bumi pun dipertaruhkan

World Resources Institute merilis laporan tahun 2022 tentang luas hutan hujan tropis yang terus terkikis secara masif. Tak tanggung-tanggung, hutan hujan tropis dibumi lenyap seluas area Provinsi Kalimantan Selatan. 

Kalimantan Selatan sendiri mempunyai luas kurang lebih dengan dua negara Eropa seperti Belanda dan Swiss. Lenyapnya area hutan hujan tropis diakibatkan faktor yang beranekakaragam seperti kebakaran hutan, pembukaan hutan untuk area perumahan, pertanian, perkebunan dan pertambangan.

Tak hanya itu, WRI mencatat terjadi penghancuran area hutan hujan tropis primer seluas 4,1 juta hektar. Brasil menjadi negara yang paling parah mengalami kerusakan hutan hujan tropis dengan menyumbang presentase sebesar 43 persen

Disusul Republik Demokratik Kongo sebesar 13 persen dan Bolivia 9 persen. Padahal keberadaan hutan hujan tropis sangat vital guna memastikan rantai keanekaragam hayati tidak terputus dan sekaligus penyimpanan karbon di bumi. 

“”Kita kehilangan salah satu alat yang paling efektif untuk memerangi perubahan iklim, melindungi keanekaragaman hayati dan mendukung kesehatan dan penghidupan jutaan orang,”  ujar Mikaela Weisse, Direktur GFW.

Tak hanya itu, kerusakan hutan hujan tropis telah mengakibatkan bumi melepaskan 2,7 miliar ton CO2. Angka ini menyamai hasil emisi tahunan negara India.

Brasil menjadi negara paling disorot lantaran deforestasi yang terus memburuk sejak tahun 2019 hingga tahun ini. Tak ayal pemerintahan yang dipimpin Jaie Bolsonaro diprotes aktivis lingkungan setempat dan dunia.

Presiden Brasil tersebut dianggap membiarkan deforestigasi makin merajalela ditambah Ia dinilai tak mendengar aspirasi masyarakat adat setempat. Tahun in Presdisen Brasil yang baru Luiz Inacio Lula da Silva menegaskan akan menghentikan aktivitas penghancuran hutan amazon.

Hutan Amazon menyimpan 90 miliar ton CO2, angka ini dua kali lipat emisi global tahunan.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...