Kamis, Juli 11, 2024

Creating liberating content

Circulate Capital Luncurkan Pendanaan...

Mountrash membangun kemitraan dalam pengelolaan sampah plastik di Indonesia.Jakarta, Limbahnews.com - Circulate Capital...

Investor Surabaya Segera Bangun...

Ambon, Limbahnews.com - Pabrik plastik akan segera dibangun di Toisapu, Kecamatan Leitimur Selatan,...

Imbas Corona, Industri Daur...

Ilustrasi sampah plastik impor (Artalab.id)Jakarta, Limbahnews.com - Pengusaha Jawa Timur (Jatim) mulai...

Bahlil Ingin Kemudahan Izin...

Aktivitas industri jangan mengabaikan lingkungan hidup.Jakarta, Limbahnews.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal...
BerandaKomunitasPandawara Group Sang...

Pandawara Group Sang Inspirasi Kebersihan Lingkungan

Kepedulian mereka terhadap lingkungan, membuat Pandawara dikenal masyarakat

Pernah mendengar Pandarawa Group? Bagi anda yang sering memantau sosmed tentu tidak asing dengan nama grup yang viral ini.

Pandawara group adalah sekolompok anak muda yang peduli akan lingkungan, aksi mereka membersihkan sampah yang menyumbat aliran di beberapa sungai mendapat respon positif dari masyarakat dan warganet.

Penamaan Pandawara berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti lima orang yang memberikan kabar baik, ungkap salah satu personelnya. Pandawara berisi lima orang Muchamad Ikhsan, Gilang Rahma, Agung Permana, Rafly Pasya, dan Rifki Sa’dulah.

Mereka mendirikan Pandawara pada pertengahan tahun 2022, cerita berawal dari tempat tinggal kelima sahabat ini sering diterjang banjir bila musim hujan tiba. Tempat mereka tinggal yang berada di bilangan Kopo, Bandung dikenal daerah banjir karena drainase air yang buruk ditambah faktor kebersihan lingkungan di sekitar sungai yang tidak terawat.

“Pandawara ini terbentuk dari perkumpulan teman-teman SMA, inisiasinya karena kita terdampak dulu si, karena emang wilayah kita suka banjir dan kita berlima mencari penyebab masalahnya apa sih bisa banjir,” ucap Ikhsan dilansir dari detikcom.

Berawal dari kejadian itu, mereka akhirnya mencari penyebab banjir dengan membersihkan sampah yang ada dipinggir sungai. Namun setelah itu, banjir masih terjadi hingga pada akhirnya mereka turun ke sungai dan membersihkan sampah yang menjadi penyumbat aliran.

“Untuk awalnya kita mengurangi sampah di pelataran sungai, tapi selama 10 bulan berjalan kita turun ke sungai yang emang sampahnya sudah numpuk, kita eksekusi dan alhamdulillah sampai sekarang berjalan,” tambahnya.

Aksi mereka tergolong nekat, lantaran harus masuk ke dalam dan ke tengah sungai yang dipenuhi sampah. Tak hanya itu, mereka juga harus melawan bau sampah yang sangat busuk.

Dengan bermodalkan niat, mereka juga menyasar sungai-sungai yang ada di kota Bandung. Dalam awal aksinya, Pandawara hanya menggunakan alat seadanya. Setiap kali turun membersihkan selokan, sungai, bahkan pinggir pantai mereka menggunakan sarung tangan, sepatu boot, dan alat pengait sampah.

Tak jarang aksi mereka, menggugah warga sekitar, mereka juga turut bergabung membersihkan sungai dan lingkungan sekitar tempat tinggal mereka. Bahkan warga pun menyiapkan makanan dan minuman guna mendukung Pandawara Group.

“Kita coba memperluas juga kegiatan kita dan setelah di sekitaran kita sudah aman, kita cari sungai lain yang sampahnya sudah darurat numpuk. Selain di Kopo, pernah di Rancaekek, tapi banyaknya di Bandung Selatan dari sungai besar kecil dan septic tank,” katanya.

Hingga kini aksi membersihkan sampah yang menyumbat sungai terus mereka lakukan. Bagaimana pendapat Anda mengenai Pandawara Group ini?

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...