Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Raksasa Rebutan Bahan Baku...

Jakarta, Limbahnews.com – Upaya mengolah sampah plastik terus berkembang. Produsen air minum dalam...

Ancaman Investasi Kabur Usai...

Jakarta, Limbahnews.com -- Sejumlah pengamat melihat ancaman hambatan investasi masuk ke Indonesia melalui...

E-Commerce Akui Penjualan Bahan...

Jakarta, Limbahnews.com - E-commerce B2B resin atau biji plastik pertama di Indonesia, Tokoplas.com...

Sektor Makanan dan Minuman...

Jakarta, Limbahnews.com - Sejumlah tantangan harus dihadapi industri plastik hilir. Sebut saja terimbas...
BerandaLimbahSiswa di Surabaya...

Siswa di Surabaya Buat Ecobrick dari 2 Ton Limbah Plastik

Sebanyak 600 siswa yang berasal dari SDN Nginden Jangkungan 1 membuat gerakan yang patut diacungi jempol. Para siswa membuat Ecobrick atau batu ramah lingkungan dari hasil 2 ton sampah plastik.

Sebanyak 600 siswa yang berasal dari SDN Nginden Jangkungan 1 membuat gerakan yang patut diacungi jempol. Para siswa membuat Ecobrick atau batu ramah lingkungan dari hasil 2 ton sampah plastik.

Afiqah Mutiara Tungga Dewi, salah satu siswa menuturkan kegiatan ini dilakukan sebagai wujud peduli lingkungan sekaligus memperingati hari lingkungan sedunia yang jatuh tanggal 5 Juni lalu.

“Jadi, dalam kegiatan hari ini masing-masing siswa membuat dua buah ecobrick di botol berukuran 600ml,” tuturnya seperti dilansir dari Kumparan.

Ia pun menjelaskan proses pembuatan ecobrick tergolong susah-susah gampang. Hal yang pertama dilakukan ialah sampah plastik dipotong kecil lalu kemudian dimasukkan kedalam botol plastik.

“Setelah itu tinggal dipadatkan dengan tongkat agar sampah di dalam botol padat dan penuh,” jelasnya.

Sementara itu, Guru pembina lingkungan hidup, Lina Rahmawati mengatakan, para siswa ingin berkontribusi pada lingkungan dengan mengolah sampah plastik yang sulit terurai menjadi produk yang mempunyai nilai tambah.

“Dengan banyaknya plastik yang dimasukkan ke dalam botol membuat lingkungan lebih bersih,” katanya.

Dari kegiatan ini, Ia berharap para siswa bisa teredukasi dan mengedukasi teman-temannya agara bisa lebih peduli lagi dengan lingkungan.

“Mereka juga membawa misi tersebut ke keluarga dan lingkungan di rumah. Sehingga jika semuanya bisa menerapkan hal yang sama, maka tumpukan sampah yang tidak terurai bisa berkurang,” harapnya.

Hasil dari karya siswa ini nantinya akan digunakan untuk membangun gapura sekolah. Sekaligus mengkampanyekan kepada masyarakat kalau sampah bisa diolah menjadi sesuatu yang menarik sekaligus bermanfaat.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...