Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Peluang Bisnis Pengelolaan Limbah...

Jakarta, Limbahnews.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) melihat adanya potensi untuk terlibat...

Bahlil Ingin Kemudahan Izin...

Aktivitas industri jangan mengabaikan lingkungan hidup.Jakarta, Limbahnews.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal...

Daur Ulang 14,5 Juta...

Gideon W KetarenJakarta, Limbahnews.com – Aplikasi pengelolaan sampah, Mountrash.com, terus meningkatkan kinerjanya dalam...

Coca-Cola Bangun Pabrik Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) dan Dynapack Asia melakukan pembangunan...
BerandaRagamDampak Kurangnya Penghijauan...

Dampak Kurangnya Penghijauan di Kota

Manfaat dari penghijauan sangat penting. Selain sebagai penyerap karbon dan penghasil oksigen, hutan juga berperan dalam menjaga kestabilan ekosistem, mencegah terjadinya bencana alam seperti tanah longsor atau banjir, serta memberikan tempat tinggal bagi berbagai jenis flora dan fauna.

Penghijauan merupakan proses atau kegiatan menanam atau memperbanyak tanaman di suatu area tertentu dengan tujuan untuk mengembalikan atau meningkatkan keberadaan hutan atau vegetasi dalam skala yang lebih besar. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki lingkungan, melindungi keanekaragaman hayati, mengurangi erosi tanah, mengatur kualitas air, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Penghijauan bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti menanam pohon-pohon di lahan yang kosong atau terdegradasi, melakukan reboisasi di lahan yang pernah dihutanikan, memperbanyak pohon melalui stek atau biji, serta melindungi hutan yang sudah ada dari ancaman deforestasi. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh pemerintah, organisasi lingkungan, kelompok masyarakat, atau individu yang peduli terhadap lingkungan.

Manfaat dari penghijauan sangat penting. Selain sebagai penyerap karbon dan penghasil oksigen, hutan juga berperan dalam menjaga kestabilan ekosistem, mencegah terjadinya bencana alam seperti tanah longsor atau banjir, serta memberikan tempat tinggal bagi berbagai jenis flora dan fauna. Penghijauan juga dapat memberikan manfaat ekonomi seperti penghasilan dari hasil hutan, peningkatan pariwisata, dan penyerapan tenaga kerja lokal.

Penting untuk melanjutkan dan mendukung upaya penghijauan guna menjaga kelestarian lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem. Hal ini, karena kurangnya penghijauan di kota dapat memiliki beberapa dampak buruk, antara lain:

Peningkatan suhu dan efek panas perkotaan
Tanpa cukup vegetasi dan pepohonan, kota cenderung memiliki suhu yang lebih tinggi karena terpapar langsung oleh sinar matahari dan permukaan yang menyerap panas. Fenomena ini dikenal sebagai efek panas perkotaan. Peningkatan suhu ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi penduduk kota dan meningkatkan penggunaan energi untuk pendinginan, seperti penggunaan AC, yang pada gilirannya berkontribusi terhadap pemanasan global.

Kualitas udara buruk
Tanaman dan pohon-pohon memiliki peran penting dalam menjaga kualitas udara dengan menyerap karbondioksida (CO2) dan menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis. Kurangnya vegetasi di kota dapat mengakibatkan peningkatan kadar polutan udara seperti partikel debu, gas beracun, dan polusi udara lainnya. Hal ini dapat berdampak negatif pada kesehatan manusia dan meningkatkan risiko penyakit pernapasan.

Banjir dan erosi tanah
Vegetasi, terutama pohon-pohon dan akar-akarnya, berperan penting dalam menyerap air hujan, mengurangi aliran permukaan, dan mencegah erosi tanah. Tanpa vegetasi yang memadai, kota menjadi rentan terhadap banjir dan erosi tanah yang dapat merusak infrastruktur dan lingkungan sekitarnya.

Hilangnya keanekaragaman hayati
Kurangnya penghijauan di kota berarti hilangnya habitat bagi berbagai spesies tumbuhan dan hewan. Hal ini dapat menyebabkan penurunan keanekaragaman hayati dan mengganggu keselarasan ekosistem kota. Selain itu, kehilangan habitat alami juga dapat mengurangi kesempatan interaksi manusia dengan alam, mengurangi kualitas hidup dan kesejahteraan manusia.

Gangguan kesehatan mental
Kehadiran taman kota atau area hijau dapat memiliki efek positif pada kesehatan mental dan kesejahteraan manusia. Kurangnya ruang hijau yang memadai di kota dapat mengurangi akses penduduk kota untuk berinteraksi dengan alam dan menghilangkan sumber kebugaran fisik dan mental yang penting.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...