Jumat, Juli 12, 2024

Creating liberating content

BUMN Pertanian Garap Limbah...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Pertani (Persero) menggandeng Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca...

Mountrash Punya ATM Sampah,...

Jakarta, Limbahnews.com - Kreativitas dan upaya mencari solusi atas sampah terus berkembang. Bank...

Omset Emiten Daur Ulang...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), produsen staple buatan/Recycled Polyester...

Botol PET Wajib Pakai...

Jakarta, Limbahnews.com - Asosiasi Industri Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) menyatakan kewajiban menggunakan...
BerandaLimbahPengolaan Sampah Secara...

Pengolaan Sampah Secara Tradisional Hingga Menggunakan Teknologi

Tujuan dari pengelolaan sampah adalah untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya yang terkandung dalam sampah.

Pengelolaan sampah adalah serangkaian tindakan yang dilakukan untuk mengumpulkan, memproses, dan membuang sampah dengan cara yang aman dan efisien. Tujuan dari pengelolaan sampah adalah untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya yang terkandung dalam sampah.

Pengelolaan sampah bisa dilakukan dengan dua metode. Pertama cara tradisional dan yang kedua mengolah sampah dengan menggunakan teknologi.

Mengolah sampah secara tradisional

Pertama, membuat parit sedalam 1 meter. Ini bertujuan agar sampah terkumpul dalam satu tempat dan tidak tercecer. Kedua, bikin selokan aliran air limbah menuju tangki septik yang sebelumnya telah disiapkan. Pastikan tangki septik dibedakan dengan galian parit untuk sampah padat. Karena tangki septik ini hanya untuk sampah cair.

Ketiga, pembakaran sampah padat yang telah terkumpul di galian parit. Pembakaran ini dimaksudkan untuk menghancur-leburkan sampah baik organik maupun anorganik. Upayakan pembakaran sampai habis tak tersisa. Keempat, daur ulang sampah, baik organik maupun anorganik jika diperlukan.

Mengolah Sampah Menggunakan Teknologi

Seiring berjalannya waktu, teknologi terus berkembang. Menggunakan teknologi untuk menangani sampah adalah cara yang paling efisien untuk melakukannya karena metode tradisional dikatakan tidak dapat mengatasi masalah pengelolaan sampah secara efektif. Oleh karena itu, beberapa orang dari berbagai kalangan telah menciptakan sistem operasi terbaru untuk mengelola sampah.

Sampah merupakan hasil sampingan dari kebutuhan manusia yang terus menumpuk setiap harinya, tanpa ada solusi yang mudah untuk menguranginya. Konsekuensi yang ditimbulkannya terhadap masyarakat sangatlah besar, namun masih banyak orang, terutama di Indonesia, yang tidak peduli akan hal ini.

Untungnya, beberapa individu telah memprakarsai proyek-proyek untuk mengelola sampah dengan menggunakan teknologi canggih seperti di Benowo Surabaya, Sukoharjo Pati dan Puuwatu Kendari di Sulawesi Tenggara yang berhasil mengubah sampah menjadi energi listrik.

Sisi positif mengolah sampah dengan cara tradisional, di antaranya adalah dapat meningkatkan daya kreatifitas anak-anak usia dini, hubungan sosial antar masyarakat terjalin harmonis dan sebagainya. Sedangkan keuntungan dari mengolah sampah menggunakan teknologi adalah pasokan listrik semakin jauh dari kata kekurangan, tidak menimbulkan bau tak sedap seperti cara Open Dumping, tidak terkesan kumuh, dan lain-lain. Tetapi di sisi lain pastilah memiliki dampak negatif masing-masing.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...