Jumat, Juli 12, 2024

Creating liberating content

Adhi Karya Bidik Pendapatan...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mengincar pendapatan berulang atau recurring...

Tipping Fee Bantargebang Rp...

Bekasi, Limbahnews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bakal menerima uang sebesar Rp 379...

Ramadan Dongkrak Penjualan AMDK,...

Jakarta, Limbahnews.com - Industri Air Minum dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia mulai bergerak...

Garap Investasi, NTB Bakal...

Mataram, Limbahnews.com - Organisasi nirlaba Classroom of Hope bertemu Wakil Gubernur NTB Sitti...
BerandaKasusHutan Halmahera, Surga...

Hutan Halmahera, Surga yang Terancam

Hutan Halmahera terkenal dengan keanekaragaman hayatinya yang melimpah, karena termasuk dalam kawasan Wallacea. Sistem biologi hutan di pulau ini merupakan lingkungan yang sangat penting bagi banyak spesies, salah satunya adalah cendrawasih Halmahera yang unik (Semioptera wallacii).

Wilayah Halmahera terletak di Kepulauan Maluku, berada di Provinsi Maluku Utara. Luas wilayahnya mencapai 3.891,62 kilometer persegi dan dihuni oleh 197.638 orang pada tahun 2020. Pulau Halmahera memiliki beragam ekosistem, termasuk ekosistem hutan di sekitar bagian utara semenanjung yang berdekatan dengan Samudera Pasifik.

Hutan Halmahera terkenal dengan keanekaragaman hayatinya yang melimpah, karena termasuk dalam kawasan Wallacea. Sistem biologi hutan di pulau ini merupakan lingkungan yang sangat penting bagi banyak spesies, salah satunya adalah cendrawasih Halmahera yang unik (Semioptera wallacii).

Jenis ini hanya dapat ditemukan di Pulau Halmahera dan Pulau Bacan, Maluku Utara. Sama halnya dengan cenderawasih lainnya, Bidadari Halmahera juga populer karena keunggulannya. Dua set bulu putih yang menonjol membungkuk dari sayapnya menjadi ciri khas spesies ini.

Selain bidadari surga Halmahera, ada juga spesies endemik lain yang dikenal sebagai kuskus bermata biru (Phalanger matabiru). Sesuai dengan namanya, primata ini memiliki dua mata berwarna biru. Primata ini mencari makan di malam hari dan cenderung menghabiskan hari-harinya di pepohonan di hutan. Makhluk ini lebih suka hidup sendiri, jadi ia adalah makhluk yang suka menyendiri. Dalam dialek lokal, ia biasa disebut sebagai kuso. Sayangnya, spesies ini terus berkurang jumlahnya karena perburuan liar dan kerusakan habitat.

Keanekaragaman hayati yang melimpah di hutan Halmahera memberikan banyak manfaat bagi perekonomian masyarakat, termasuk melimpahnya komoditas hasil hutan non-kayu yang luar biasa. Salah satu produk unggulan dari Halmahera adalah kenari, terutama yang berasal dari Pulau Makian di Halmahera Selatan yang bahkan telah berhasil menembus pasar di Finlandia dan Italia. Hasil alam lainnya seperti kelapa, cengkeh dan pala juga tersedia.

Namun sayang kehadiran perusahaan-perusahaan yang mengeruk sumber daya dari hutan, yang mengarah pada konversi hutan menjadi lahan pertambangan dan perkebunan kelapa sawit, merupakan bahaya besar bagi masyarakat lokal dan lingkungan. Indonesia terkenal dengan keanekaragaman hayatinya yang luar biasa, sehingga disebut sebagai “negara megabiodiversitas”. Seperti yang dilaporkan oleh Lembaga Potensi Keanekaragaman Hayati Indonesia pada tahun 2020, saat ini terdapat 773 spesies yang hidup di Indonesia.

Saat ini, 191 jenis mamalia, 33 burung, 33 amfibi, 30 reptil, 231 ikan, 63 moluska, dan 26 kupu-kupu terancam punah. Selain itu, tujuh spesies lebah madu dari Indonesia terancam punah, dua di antaranya merupakan spesies yang hanya ada di wilayah ini.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...