Kamis, Juli 11, 2024

Creating liberating content

Coca-Cola Bangun Pabrik Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) dan Dynapack Asia melakukan pembangunan...

E-Commerce Akui Penjualan Bahan...

Jakarta, Limbahnews.com - E-commerce B2B resin atau biji plastik pertama di Indonesia, Tokoplas.com...

Imbas Corona, Industri Daur...

Ilustrasi sampah plastik impor (Artalab.id)Jakarta, Limbahnews.com - Pengusaha Jawa Timur (Jatim) mulai...

Bahlil Ingin Kemudahan Izin...

Aktivitas industri jangan mengabaikan lingkungan hidup.Jakarta, Limbahnews.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal...
BerandaFoodJenis Makanan Pereda...

Jenis Makanan Pereda Panas Dalam

Panas dalam merupakan istilah dalam pengobatan tradisional China yang menggambarkan kondisi tubuh yang dianggap terlalu panas, sehingga menyebabkan berbagai gejala seperti rasa tidak nyaman, kelelahan, sakit kepala, keringat berlebihan, kulit kemerahan, dan demam ringan.

Panas dalam merupakan istilah dalam pengobatan tradisional China yang menggambarkan kondisi tubuh yang dianggap terlalu panas, sehingga menyebabkan berbagai gejala seperti rasa tidak nyaman, kelelahan, sakit kepala, keringat berlebihan, kulit kemerahan, dan demam ringan. Konsep ini berbeda dengan demam dalam pengobatan modern, yang biasanya terkait dengan infeksi atau kondisi medis lainnya.

Menurut konsep pengobatan tradisional China, panas dalam terjadi karena beberapa faktor yang dapat menyebabkan panas dalam antara lain makanan yang berlebihan atau terlalu pedas, kondisi lingkungan yang panas dan lembab, stres, kurang tidur, dan faktor genetik.

Pengobatan panas dalam biasanya melibatkan perubahan pola makan dan gaya hidup, seperti menghindari makanan pedas dan berlemak, minum air putih yang cukup, istirahat yang cukup, dan menghindari stres. Beberapa obat-obatan herbal juga dapat membantu mengatasi panas dalam, seperti teh mint atau bunga kamomil yang dapat membantu menenangkan sistem saraf dan meredakan gejala.

Berikut beberapa jenis makanan yang dapat meredakan panas dalam:

Madu

Madu memiliki sifat yang mendinginkan dan dapat membantu meredakan gejala panas dalam seperti demam dan sakit tenggorokan. Madu juga mengandung senyawa anti-inflamasi dan anti-bakteri yang dapat membantu mengurangi peradangan dan infeksi pada saluran pernapasan.

Semangka

Semangka mengandung banyak air dan elektrolit, sehingga dapat membantu menghilangkan panas dalam di tubuh. Selain itu, semangka juga kaya akan antioksidan dan vitamin C yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Timun

Sama seperti semangka, timun juga memiliki sifat yang mendinginkan dan dapat membantu menetralkan panas dalam di dalam tubuh. Anda dapat mengonsumsi timun sebagai lalapan atau membuat jus timun segar untuk meredakan panas dalam.

Labu air

Labu air memiliki kandungan air yang tinggi dan sifat mendinginkan yang dapat membantu meredakan panas dalam. Anda dapat mengonsumsi labu air sebagai jus atau lalapan untuk meredakan panas dalam.

Namun, penting diketahui bahwa kondisi panas dalam yang parah memerlukan penanganan medis yang tepat. Jika kamu mengalami gejala panas dalam yang berat seperti demam tinggi dan sakit kepala yang parah, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...