Minggu, Juli 14, 2024

Creating liberating content

DKI Jakarta Larang Kantong...

Ilustrasi sampah plastik di TPS Sunter Koja, Jakarta. (Ist)Jakarta, Limbahnews – Bebeharapa hari...

Danone AQUA-Veolia Bangun Pabrik...

Dokumentasi pencanangan pabrik (Ist)Pasuruan, Limbahnews.com - Pabrik daur ulang botol PET (Polyethylene Terephthalate)...

Setelah Covid-19, Ekonomi Indonesia...

Limbahnews.com - Kita semua sedang dilanda kecemasan atas wabah Coronavirus of Disease 2019...

Potensi Pasar Masih Besar,...

German - Indonesian Forum on Potential Cooperation in Indonesia's Recycling Sector (Econid)Jakarta, Limbahnews.com...
BerandaRagamMengenal Gaya Hidup...

Mengenal Gaya Hidup Minimalis dan Kejutan Manfaatnya

Gaya hidup minimalis adalah gaya hidup yang mengutamakan kebutuhan dasar dan meminimalkan keinginan konsumsi yang berlebihan.

Gaya hidup minimalis adalah gaya hidup yang mengutamakan kebutuhan dasar dan meminimalkan keinginan konsumsi yang berlebihan. Tujuannya adalah untuk mengurangi beban mental, fisik, dan finansial dengan mengurangi jumlah barang yang dimiliki dan menyeimbangkan konsumsi dengan kebutuhan.

Ada banyak manfaat yang bisa dirasakan dari gaya hidup minimalis. Tak hanya bisa berhemat, melainkan juga bisa mengurangi stres dan kecemasan. Hal ini karena dengan meminimalisir jumlah barang dan mengurangi tekanan konsumsi, seseorang dapat mengurangi stres dalam hidupnya.

Kamu pun bisa menghemat banyak waktu kamu. Karena dengan fokus pada kegiatan yang bermanfaat dan mengurangi kegiatan yang tidak produktif, seseorang dapat menghemat waktu dan menikmati hidup yang lebih terorganisir.

Dengan gaya hidup minimalis, kamu bisa lebih fokus pada kegiatan yang memiliki makna dan berarti dalam hidup. Sehingga dapat membantu meningkatkan kesehatan mental dan emosional. Intinya, gaya hidup minimalis dapat membantu seseorang menemukan keseimbangan dan kebahagiaan dalam hidup, serta memberikan dampak positif pada lingkungan dan masyarakat sekitar.

Bagaimana menerapkan gaya hidup minimalis, kamu bisa mencontoh kebiasaan baik berikut ini sebagai awal dari langkahmu.

Buang barang yang tidak lagi digunakan
Buang barang yang tidak lagi digunakan atau tidak memiliki nilai yang signifikan, seperti peralatan rumah tangga yang sudah rusak dan tak bisa diperbaiki lagi.

Beli barang hanya bila perlu
Pertimbangkan dengan matang sebelum membeli barang baru dan pastikan barang tersebut benar-benar dibutuhkan.

Fokus pada kualitas daripada kuantitas
Pilih barang berkualitas dan tahan lama, daripada banyak barang murah tapi tidak tahan lama.

Buat daftar kebutuhan
Buat daftar kebutuhan dan prioritas dalam hidup, dan hindari membeli barang yang tidak masuk dalam daftar tersebut.

Kurangi jumlah media sosial
Kurangi penggunaan media sosial yang tidak perlu dan mengganggu keseimbangan hidup.

Fokus pada kegiatan yang berarti
Luangkan waktu untuk kegiatan yang bermanfaat dan berarti seperti berolahraga, berkumpul dengan keluarga, atau membaca buku.

Selalu bersihkan dan terorganisir
Bersihkan dan terorganisir secara teratur, hindari menumpuk barang dan fokus pada barang-barang yang benar-benar diperlukan.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...