Kamis, Juli 11, 2024

Creating liberating content

PD PAL Minta Dana...

Jakarta, Limbahnews.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengkritisi permintaan anggaran...

Bank Dunia Soal Daur...

Jakarta. Limbahnews.com - Negara-negara Asia Tenggara merugi sebanyak US$ 6 miliar atau Rp...

Sektor Makanan dan Minuman...

Jakarta, Limbahnews.com - Sejumlah tantangan harus dihadapi industri plastik hilir. Sebut saja terimbas...

Ramadan Dongkrak Penjualan AMDK,...

Jakarta, Limbahnews.com - Industri Air Minum dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia mulai bergerak...
BerandaLimbahBerapa Lama Ketahanan...

Berapa Lama Ketahanan Sampah Plastik di Lautan?

Sampah plastik tak bisa terurai oleh alam. Kalaupun iya, itu akan memakan waktu puluhan tahun hingga beratus-ratus tahun lamanya. Tak hanya itu, sampah plastik di lautan menghasilkan bahan kimia berbahaya yang dapat mencemari lingkungan laut dan merusak ekosistem laut.

Sampah plastik tak bisa terurai oleh alam. Kalaupun iya, itu akan memakan waktu puluhan tahun hingga beratus-ratus tahun lamanya. Tak hanya itu, sampah plastik di lautan menghasilkan bahan kimia berbahaya yang dapat mencemari lingkungan laut dan merusak ekosistem laut.

Hal tersebut tentu akan berdampak buruk pada hewan laut. Sampah plastik dapat menyebabkan kematian pada hewan laut seperti burung laut, ikan, dan mamalia laut karena bisa terperangkap di dalam atau tertelan dan mengganggu sistem pencernaan mereka. Hal ini dapat mengancam keberlangsungan hidup spesies tersebut dan merusak ekosistem laut.

Belum lagi pencemaran air laut yang disebabkan oleh sampah plastik. Sampah plastik juga dapat merusak tempat wisata pantai dan berdampak pada ekonomi lokal.

Sampah plastik. Pexel.

Oleh karena itu, sangat penting untuk membuang sampah dengan benar dan mengurangi penggunaan plastik sebanyak mungkin, serta melakukan upaya pembersihan sampah laut secara berkala untuk menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem laut.

Adapun jenis sampah plastik yang paling banyak ditemukan di lautan ialah botol plastik bekas, kantong plastik dan sedotan plastik. Yang menjadi pertanyaan, berapa lama ketahanan sampah plastik di lautan?

Botol plastik

Ketahanan sampah botol plastik di laut bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti suhu, kelembaban, intensitas cahaya matahari, dan kondisi lingkungan di sekitarnya. Namun, secara umum, perkiraan waktu dekomposisi botol plastik di laut adalah sekitar 450 tahun atau lebih.

Botol plastik tidak mudah terurai dan dapat bertahan dalam air laut selama berabad-abad. Selama periode ini, botol plastik dapat membebani ekosistem laut dan berdampak negatif pada kehidupan laut. Sampah plastik dapat menyebabkan keracunan dan cedera pada hewan laut dan dapat mempengaruhi rantai makanan laut, termasuk manusia yang memakan ikan dan hewan laut lainnya.

Oleh karena itu, sangat penting untuk membuang sampah plastik dengan benar dan mengurangi penggunaannya sebanyak mungkin untuk melindungi lingkungan laut dan makhluk hidup yang ada di dalamnya.

Kantong plastik

Secara umum, perkiraan waktu dekomposisi kantong plastik di air adalah sekitar 10-20 tahun atau lebih. Kantong plastik terbuat dari bahan-bahan sintetis seperti polietilena, yang tidak mudah terurai oleh mikroorganisme dan memerlukan waktu yang lama untuk membusuk. Selama periode ini, kantong plastik dapat membebani ekosistem air dan berdampak negatif pada kehidupan air. Sampah plastik dapat menyebabkan keracunan dan cedera pada hewan air dan dapat mempengaruhi rantai makanan air, termasuk manusia yang memakan ikan dan hewan air lainnya.

Sedotan Plastik

Sampah sedotan plastik atau straw plastik sangatlah kecil dan ringan, sehingga dapat tersebar dengan cepat dan mudah dalam lingkungan laut. Waktu yang dibutuhkan untuk sedotan plastik terurai di laut sangat bergantung pada kondisi lingkungan laut dan jenis plastik yang digunakan.

Beberapa jenis plastik, seperti sedotan plastik, dapat memakan waktu ratusan tahun untuk terurai di laut, terutama karena sedotan plastik terbuat dari plastik polipropilena atau polistirena yang tidak mudah terurai oleh mikroorganisme. Selama periode ini, sedotan plastik dapat menyebabkan kerusakan pada lingkungan laut dan mengancam kehidupan hewan laut seperti ikan, burung laut, dan mamalia laut.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...