Kamis, Juli 11, 2024

Creating liberating content

Turis Asing Kapok ke...

Ilustrasi potensi wisata di Indonesia.Bintan, Limbahnews.com - Environment Estate Departemen Nirwana Resort...

INOV Yakin Industri Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik...

Mountrash Punya ATM Sampah,...

Jakarta, Limbahnews.com - Kreativitas dan upaya mencari solusi atas sampah terus berkembang. Bank...

Bank Dunia Soal Daur...

Jakarta. Limbahnews.com - Negara-negara Asia Tenggara merugi sebanyak US$ 6 miliar atau Rp...
BerandaRagamJika Stres, Tumbuhan...

Jika Stres, Tumbuhan Ternyata Menjerit

Para peneliti di Tel Aviv University, Israel, mengatakan mereka memiliki bukti bahwa tumbuhan mengeluarkan suara bising sewaktu sedang stres. Misalnya, ketika tumbuhan itu sedang dipangkas atau kekurangan air.

Tak banyak yang mengetahui soal tumbuhan menjerit. Hal tersebut bisa saja terjadi jika tumbuhan dalam keadaan stres dan mengeluarkan suara.

Namun, tetap saja kita tidak bisa mendengar suara tersebut, kata para peneliti di Israel. Mereka menyimpulkan ini setelah riset enam tahun terhadap berbagai tumbuhan.

Para peneliti di Tel Aviv University, Israel, mengatakan mereka memiliki bukti bahwa tumbuhan mengeluarkan suara bising sewaktu sedang stres. Misalnya, ketika tumbuhan itu sedang dipangkas atau kekurangan air.

Hasil penelitian ini diterbitkan akhir bulan lalu dalam jurnal Cell Press. Para peneliti mengatakan frekuensi suara itu terlalu tinggi bagi telinga kita sehingga kita tidak dapat mendengarnya. Akan tetapi, serangga atau mamalia mungkin bisa mendengarnya.

Para peneliti menggunakan mikrofon untuk merekam suara tomat, tembakau dan tanaman lainnya dalam kondisi sehat dan stres.

Penulis utama penelitian itu, pakar biologi evolusi di Tel Aviv University Lilach Hadany mengatakan, pihaknya merekam suara yang dipancarkan tumbuhan.

“Kami merekam suara yang dipancarkan tumbuhan. Kami banyak menggunakan tomat dan tembakau, kami juga merekam gandum, jagung, anggur, kaktus,” ujarnya.

Dia menjelaskan, para peneliti menggunakan berbagai metode untuk membuat tumbuhan stres. Kebanyakan dengan dua jenis stres, yakni membuat tanaman kering dan memotongnya dengan gunting.

Dalam kedua kasus itu, kata Hadany, tumbuhan mengeluarkan suara. Selama dehidrasi, kalau peneliti berhenti menyiram, tumbuhan mulai mengeluarkan suara yang mencapai puncaknya pada hari kedua.

Rekaman dilakukan di sebuah kamar akustik yang kedap suara dan di dalam rumah kaca. Setelah merekam, para peneliti membuat algoritma komputer untuk membedakan antara tanaman yang tidak stres, yang kehausan dan yang dipangkas.

Salah seorang peneliti, Yehuda Anikster dari Fakultas Ilmu Tumbuhan di universitas yang sama menjelaskan tentang jalannya percobaan. 

“Kami merekam suara yang dipancarkan tanaman tomat. Ini adalah suara ultrasonik, jadi manusia tidak dapat mendengarnya. Untuk memperlihatkan seperti apa suara itu, kami merekam banyak suara. Mengumpulkannya dalam kerangka waktu yang singkat dan kami mengubah frekuensinya sehingga telinga manusia dapat mendengarnya,” kata Yehuda.

Untuk diketahui, para peneliti tersebut sebelumnya pernah merekam getaran ultrasonik dari tumbuhan, tetapi tidak demikian pada suara yang ditransmisikan melalui udara.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...