Selasa, Juli 23, 2024

Creating liberating content

Tangani Limbah Corona, PT...

Jakarta, Limbahnews.com - Penanganan limbah medis terkait wabah corona (Covid-19) oleh PT Jasa...

PD PAL Minta Dana...

Jakarta, Limbahnews.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengkritisi permintaan anggaran...

Naksir Pengolahan Limbah Tambang,...

Ilustrasi pemulihan lahan bekas tambang (Mikrobios.id)Jakarta, Limbahnews.com - PT PP Presisi Tbk (PPRE)...

Tutup Usaha Akibat Corona,...

Jakarta, Limbahnews.com - Wabah virus corona di Indonesia membuat dunia usaha mati suri,...
BerandaFoodCara Mengolah Sisa...

Cara Mengolah Sisa Makanan Lebaran Agar Tidak Jadi Limbah

Sampah makanan di Indonesia senilai Rp 330 triliun per tahun. Hal ini berdasarkan analisis Kompas tahun 2022. Bukan sebuah kebanggan karena nilai tersebut adalah wujud pemborosan dan tentu saja bersifat kerugian.

Sampah makanan di Indonesia senilai Rp 330 triliun per tahun. Hal ini berdasarkan analisis Kompas tahun 2022. Bukan sebuah kebanggan karena nilai tersebut adalah wujud pemborosan dan tentu saja bersifat kerugian. Nilai sebesar itu jika dimanfaatkan untuk menyalurkan makanan pada masyarakat yang kekurangan pangan, tentu akan lebih bermanfaat.

Limbah makanan yang tidak diolah dengan baik hanya akan berdampak pada lingkungan. Sampah makanan bahkan menyumbang efek rumah kaca dalam skala besar dan juga menyebabkan pemanasan global. Berikut beberapa dampak negatif yang mungkin ditimbulkan:

Pencemaran air
Limbah makanan yang dibuang ke saluran pembuangan atau aliran air dapat menyebabkan pencemaran air. Hal ini dapat merusak ekosistem air dan mengganggu kehidupan ikan dan organisme lainnya.

Peningkatan emisi gas rumah kaca
Limbah makanan yang dibuang di tempat pembuangan sampah akan membusuk dan mengeluarkan gas metana, yang merupakan salah satu gas rumah kaca yang paling kuat. Gas metana ini dapat membantu mempercepat perubahan iklim.

Pengurangan kualitas tanah
Limbah makanan juga dapat mempengaruhi kualitas tanah. Bila limbah makanan terus-menerus dibuang ke tanah, maka akan meningkatkan kadar nutrisi di tanah. Hal ini dapat mengganggu keseimbangan ekosistem tanah dan memicu pertumbuhan tumbuhan liar atau gulma.

Meningkatkan jumlah sampah
Limbah makanan bisa menyumbang sebagian besar dari sampah organik di tempat pembuangan sampah. Jika tidak dikelola dengan baik, maka bisa mempengaruhi jumlah sampah yang dibuang dan memakan tempat di tempat pembuangan sampah.

Coba bayangkan bagaimana jika setiap momen lebaran, setiap keluarga menyisahkan sekantong sisa makanan. Ironisnya, di sisi lain masih banyak masyarakat Indonesia yang kekurangan pangan. Untuk itu, bagi kamu yang masih memiliki makanan lebaran, sebaiknya untuk mengolahnya dengan benar untuk memperpanjang usia penyimpanan dan memiliki nilai manfaat.

Tip Mengolah Sisa Makanan Lebaran

  1. Panaskan kembali dengan cara yang benar
    Agar selalu aman dikonsumsi dan tidak kehilangan banyak nutrisinya, maka perlu memanaskan makanan dengan cara yang benar. Keluarkan makanan dari freezer kemudian diamkan dalam suhu ruang . Gunakan suhu tak lebih dari 70°C selama 2 menit. Lebih baik mengukus atau menggunakan microwave. Panaskan sesuai yang dibutuhkan, hindari memanaskan secara berulang-ulang. Untuk makanan bersantan sebaiknya untuk segera dipanaskan karena tidak baik dipanaskan berulang. Pemanasan berulang dapat mengubah kandungan lemak baik dalam santan jadi lemak jenuh yang tak baik untuk kesehatan
  2. Simpan dengan benar
    Untuk menjaga rasa, gizi, dan mencegah pertumbuhan bakteri pada sisa makan, lakukan hal berikut:
    Kemas makanan dalam porsi sekali makan
    Simpan dalam wadah kedap udara tidak lebih dari 2 jam setelah dimasak
    Masukkan dalam kulkas. Masa penyimpanan yang aman dalam kulkas bawah maksimum 4 hari sementara untuk freezer 3-4 bulan
  3. Olah kembali jadi hidangan baru
    Hari pertama lebaran mungkin kamu masih berselera untuk makan. Namun setelah dua tiga hari tentu kamu akan mulai bosan menyantap menu lebaran. Jika sudah bosan menyantap rendang, kamu bisa mengolahnya menjadi menu baru seperti nasi goreng rendang atau mie kuah rendang.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...