Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

BUMN Pertanian Garap Limbah...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Pertani (Persero) menggandeng Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca...

Raksasa Rebutan Bahan Baku...

Jakarta, Limbahnews.com – Upaya mengolah sampah plastik terus berkembang. Produsen air minum dalam...

Bahlil Ingin Kemudahan Izin...

Aktivitas industri jangan mengabaikan lingkungan hidup.Jakarta, Limbahnews.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal...

DKI Jakarta Larang Kantong...

Ilustrasi sampah plastik di TPS Sunter Koja, Jakarta. (Ist)Jakarta, Limbahnews – Bebeharapa hari...
BerandaProfilKenalin Mark Cuban,...

Kenalin Mark Cuban, Jobless yang Jadi Miliarder Berkat Jualan Kantong Sampah

Mark Cuban seorang miliarder asal Pennsylvania Amerika Serikat (AS). Ia bercerita, sebelumnya ia pernah sangat miskin dan tinggal di apartemen kecil bersama lima orang temannya. Ia tidur hanya dengan beralas handuk bahkan sering dilangkahi temannya saat mereka bersiap berangkat kerja. Ya, Cuban sendiri tidak memiliki pekerjaan, kala itu.

Tidak ada yang menyadari Mark Cuban dulunya seorang pengangguran yang tidur hanya beralaskan handuk. Kebanyakan orang hanya mengenalnya sebagai pria berkantong puluhan triliun.

Mark Cuban seorang miliarder asal Pennsylvania Amerika Serikat (AS). Ia bercerita, sebelumnya ia pernah sangat miskin dan tinggal di apartemen kecil bersama lima orang temannya. Ia tidur hanya dengan beralas handuk bahkan sering dilangkahi temannya saat mereka bersiap berangkat kerja. Ya, Cuban sendiri tidak memiliki pekerjaan, kala itu.

Getirnya hidup yang ia rasakan mendorong Mark Cuban menjadi pengusaha. Ia akhirnya memulai usaha pertamanya dengan menjual kantong sampah, koin dan perangko.

“Kekuatan inilah menjadi pengusaha, dan kita semua tentu memilikinya. Hanya saja untuk mengambil langkah pertama dan menemukan hal yang kita kuasai adalah tantangannya,” kata Cuban dinukil dari CNBC.

Bermula dari jualan kantong sampah, Mark Cuban kemudian merintis perusahaan pertamanya di bidang sistem komputer bernama MicroSolutions. Kemudian ia menjualnya ke CompuServe seharga US$ 6 juta atau Rp 90 miliar (dalam kurs Rp 15.000) di tahun 1990.

Empat tahun berselang, Cuban bersama temannya, Todd Wagner, berinvestasi US$ 10 ribu atau setara Rp 150 juta pada perusahaan kecil, Cameron Audio Networks. Perusahaan tersebut kemudian dibeli oleh Mark Cuban dan berganti nama menjadi Broadcast.com.

Pada 1999, Cuban menjual Broadcast.com dengan nilai US$ 5,7 miliar atau setara Rp 85,5 triliun. Saat ini, Mark Cuban berinvestasi di berbagai startup, termasuk perusahaan TV legendaris bernama Shark Tank ABC.

Berkat kepintarannya mengolah segala lini usaha, Mark Cuban kini tercatat menempati urutan ke-546 sebagai orang terkaya di dunia menurut Forbes, dengan total kekayaan US$ 5,1 miliar atau setara dengan Rp 76,5 triliun.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...