Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Tutup Usaha Akibat Corona,...

Jakarta, Limbahnews.com - Wabah virus corona di Indonesia membuat dunia usaha mati suri,...

Botol PET Wajib Pakai...

Jakarta, Limbahnews.com - Asosiasi Industri Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) menyatakan kewajiban menggunakan...

Tipping Fee Bantargebang Rp...

Bekasi, Limbahnews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bakal menerima uang sebesar Rp 379...

Investor Surabaya Segera Bangun...

Ambon, Limbahnews.com - Pabrik plastik akan segera dibangun di Toisapu, Kecamatan Leitimur Selatan,...
BerandaLimbahBagaimana Sampah Pakaian...

Bagaimana Sampah Pakaian Merusak Lingkungan?

Masyarakat cenderung mengikuti fashion terkini dengan membeli baju dari industri fast fashion. Hal ini sangat mudah dilakukan karena didukung oleh e-commerce yang menjajahkan pakaian dengan harga murah. Secara tidak langsung membuat masyarakat merasa tidak menyayangkan untuk membuang pakaian lama mereka karena mudah menggantinya dengan yang baru.

Zero Waste Indonesia pada 2018 lalu, menemukan fakta bahwa selain sampah plastik, limbah tekstil juga mendominasi polutan di lautan. Bahkan untuk wilayah Jakarta sendiri menyumbang 57% sampah yang 8,2% di antaranya ialah sampah tekstil. Hal ini tertuang dalam majalah National Geographic Maret 2020: The End of The Trash.

Limbah tekstil tak hanya dihasilkan dari industri semata, melainkan juga dari gaya hidup masyarakat yang terbiasa membuang pakaian bekas. Bukan isapan jempol semata. Hal ini dibuktikan oleh data riset yang dilakukan YouGov dengan mencatat bahwa sekitar 66% masyarakat dewasa membuang satu pakaian mereka pertahun dan 25% membuang setidaknya lebih dari 10 pakaian pertahun. Kondisi ini diperparah dengan 41% kalangan milenial di Indonesia menjadi konsumen produk fast fashion yang tentu saja menyumbangkan potensi sampah pakaian lebih banyak.

Masyarakat cenderung mengikuti fashion terkini dengan membeli baju dari industri fast fashion. Hal ini sangat mudah dilakukan karena didukung oleh e-commerce yang menjajahkan pakaian dengan harga murah. Secara tidak langsung membuat masyarakat merasa tidak menyayangkan untuk membuang pakaian lama mereka karena mudah menggantinya dengan yang baru.

Bagaimana sampah pakaian merusak lingkungan?

Pencemaran air
Banyak pakaian saat dicuci mengeluarkan serat-serat mikroplastik yang sangat kecil dan tidak terlihat. Serat-serat ini dapat mencemari air di laut dan sungai, dan masuk ke dalam rantai makanan. Serat mikroplastik ini dapat menyebabkan kerusakan pada organisme laut dan menyebabkan efek kesehatan yang tidak diketahui pada manusia.

Peningkatan emisi gas rumah kaca
Industri fashion adalah industri yang sangat besar dan kompleks, dan proses pembuatan pakaian menghasilkan emisi gas rumah kaca yang signifikan. Selain itu, banyak pakaian dibuat dari bahan-bahan sintetis seperti poliester dan nilon, yang membutuhkan energi yang besar untuk diproduksi dan menghasilkan emisi karbon yang tinggi selama proses produksi.

Penumpukan sampah
Industri fashion juga menghasilkan banyak limbah dan sampah, termasuk pakaian yang tidak dijual dan pakaian yang dibuang setelah digunakan. Pakaian yang dibuang biasanya tidak mudah terurai dan dapat menghabiskan banyak ruang di tempat pembuangan akhir.

Penggunaan sumber daya
Industri fashion mengandalkan sumber daya yang besar seperti air, energi, dan bahan mentah. Penggunaan sumber daya ini dapat berdampak negatif pada lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

Bagaimana cara mengurangi sampah pakaian?

Mendaur ulang
Banyak pakaian dapat didaur ulang dan dijadikan bahan baku untuk produk-produk baru. Beberapa merek fashion bahkan menggunakan pakaian bekas untuk membuat produk-produk baru yang lebih ramah lingkungan.

Mendonasikan
Pakaian yang masih layak pakai bisa didonasikan ke organisasi nirlaba atau bank pakaian untuk disalurkan kepada orang yang membutuhkan.

Memperbaiki
Jika pakaian rusak, cobalah memperbaikinya daripada membuangnya. Memperbaiki pakaian dapat memperpanjang umur pakai pakaian dan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan.

Upcycling
Mengubah pakaian bekas menjadi barang baru atau karya seni juga merupakan cara kreatif untuk mengolah sampah pakaian.

Menggunakan jasa daur ulang pakaian
Ada beberapa perusahaan daur ulang pakaian yang memungkinkan Anda untuk mengirimkan pakaian bekas dan mereka akan mendaur ulangnya untuk digunakan kembali.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...