Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

E-Commerce Akui Penjualan Bahan...

Jakarta, Limbahnews.com - E-commerce B2B resin atau biji plastik pertama di Indonesia, Tokoplas.com...

Daur Ulang 14,5 Juta...

Gideon W KetarenJakarta, Limbahnews.com – Aplikasi pengelolaan sampah, Mountrash.com, terus meningkatkan kinerjanya dalam...

Imbas Corona, Industri Daur...

Ilustrasi sampah plastik impor (Artalab.id)Jakarta, Limbahnews.com - Pengusaha Jawa Timur (Jatim) mulai...

Naksir Pengolahan Limbah Tambang,...

Ilustrasi pemulihan lahan bekas tambang (Mikrobios.id)Jakarta, Limbahnews.com - PT PP Presisi Tbk (PPRE)...
BerandaFoodCara Menghilangkan Pestisida...

Cara Menghilangkan Pestisida Dari Buah dan Sayur

Residu pestisida bisa melekat pada buah atau sayur, sehingga sangat berpotensi kita konsumsi. Cara paling efektif menghilangkannya adalah menggunakan soda kue.

Pestisida adalah bahan kimia beracun yang digunakan untuk membasmi hama dan penyakit pada tanaman. Sayangnya, pestisida bisa berdampak negatif terhadap kesehatan tanah. Bahan kimia di dalamnya bisa mengubah pH tanah, dan menurunkan pertumbuhan tanaman. Selain itu, racun ini bisa membunuh spesies penyerbuk seperti lebah.

Pestisida bahkan bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia. Residu zat kimia ini bisa melekat pada buah atau sayur, sehingga sangat berpotensi kita konsumsi.

Cara Menghilangkan Pestisida dari Buah dan Sayur

Untuk menghindari paparan pestisida, sangat penting untuk membersihkan residunya yang ada pada bahan makan. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan:

  1. Bilas dengan Air Hangat
    Kamu bisa membilas buah dan sayur menggunakan air hangat selama satu menit atau lebih. Tapi perlu diingat bahwa metode ini mungkin tidak menghilangkan semua pestisida.

Penelitian menunjukkan bahwa membilas tomat dengan cara ini hanya mengurangi residu klorpirifos sebesar 41%. Tapi cara ini terbukti ampuh untuk kubis, karena air hangat bisa menghilangkan 93% karbofuran, bahan kimia umum dalam pestisida.

  1. Rendam dengan Air Hangat atau Dingin
    Cara ini juga lumayan ampuh. Caranya isi baskom dengan air hangat atau dingin, lalu rendam sayuran dan buah selama beberapa menit. Setelah itu, angkat semuanya dengan hati-hati. Boleh pakai tangan atau saringan, tapi pastikan agar kotoran yang mengendap di dasar baskom tidak terpengaruh. Setelah itu bilas sayuran dan buahnya.
  2. Gosok
    Beberapa buah dan sayuran seperti kentang, wortel, seledri, bok choy, apel, dan pir, membutuhkan lebih banyak perhatian. Mereka harus digosok di bawah air mengalir untuk menghilangkan pestisida dan kotoran yang menempel di kulitnya.
  3. Kupas Kulitnya
    Metode ini bisa dilakukan pada buah apel, pir, dan kentang. Tapi, pastikan kamu mencuci kulitnya sebelum mengupasnya.
  4. Gunakan Soda Kue
    Soda kue adalah pembersih alami, yang tidak hanya aman tapi juga efektif. Penelitian telah menunjukkan bahwa soda kue menghilangkan 66,7% hingga 98,9% pestisida.

Caranya, campurkan satu sendok teh soda kue dengan dua cangkir air dingin. Siram buah dan sayuran dengan campuran tersebut, lalu bilas.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...