Kamis, Juli 11, 2024

Creating liberating content

Angkasa Pura Properti dan...

Medan, Limbahnews.com - PT Angkasa Pura Properti, salah satu anak perusahaan PT Angkasa...

Terkait Amdal dan Limbah,...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berkomitmen ikut berkontribusi mengurangi...

Danone AQUA-Veolia Bangun Pabrik...

Dokumentasi pencanangan pabrik (Ist)Pasuruan, Limbahnews.com - Pabrik daur ulang botol PET (Polyethylene Terephthalate)...

Garap Investasi, NTB Bakal...

Mataram, Limbahnews.com - Organisasi nirlaba Classroom of Hope bertemu Wakil Gubernur NTB Sitti...
BerandaProfilBergaya dengan Sampah...

Bergaya dengan Sampah ala Wira Laga Bachtiar

Wira Laga Bachtiar, seorang pemuda asal Sidoarjo yang mampu menyulap sampah menjadi barang mewah. Berbekal imajinasi dan keterampilan menjahitnya, bagi Wira semua sampah anorganik merupakan bahan baku. Dari kaleng cat, sampah kemasan plastik, sepatu, baju dan dasi bekas, bahkan bola basket pun bisa menjadi tas yang keren.

Sebelum aktif bermedia sosial, Wira merupakan pekerja di salah satu jaringan busanan ritel. Hampir semua waktunya dihabiskan untuk bekerja. Namun saat Pandemi pada 2020 lalu, ia memiliki banyak waktu di rumah. Ia berinisiatif untuk mulai belajar menjahit, kebetulan keluarganya memang penjahit.

Padahal dari kecil ia membenci menjahit. Hal ini karena kondisi keuangan keluarganya yang tidak stabil karena upah penjahit tidak menentu. Namun saat bekerja sebagai karyawan busana ritel, ia melihat baju-baju yang dipasarkan dihargai ratusan hingga jutaan. Wira mulai berpikir, padahal keluarganya bisa membuat pakaian yang serupa.

Setelah menguasai mesin jahit, Wira pun membuat tas untuk dirinya sendiri. Tak disangka, teman-teman sekantor menyukai tas buatan Wira. Ia kemudian terpacu untuk menjahit.

Wira menyasar barang bekas untuk dijahit jadi barang baru atau dikenal dengan istilah upcycle. Ia merekam semua aktivitas menjahitnya. Salah satu konten membuat tas dari kemasan makanan McD menjadi tas yang bernilai jual, ramai ditonton di Instagram.

Konten lainnya, kemeja putih Balenciaga yang ia dapatkan di pasar pakaian bekas disulap menjadi bucket hat yang stylish. Konten ini bahkan sudah ditonton jutaan pengguna.

Salah satu buah tangan Wira yang disukai banyak orang ialah melakukan upcycle dari pakaian bekas merek ternama seperti Dior, Balenciaga, Gucci dan Louis Vuitton.

Alasan Wira mengapa ia sering menggunakan pakaian bekas milik jenama ternama ialah karena kaum milenial saat ini sudah tahu dengan barang-barang branded dari media sosial.

“Kalau saya upcycle dengan model barang branded, apa yang mau saya sampaikan jadi mudah ’masuk’ ke anak muda karena relatable dengan (minat) mereka,” kata Wira kepada Kompas.

Upaya sosialisasi Wira tampaknya berhasil. Saat ini makin banyak anak muda yang menyukai konten Wira. Barang upcycle Wira pun laris manis di e-commerce.

Wira berharap kontennya bisa mengedukasi audiens untuk tidak asal buang. Barang lama jangan langsung dibuang, lihat dulu potensinya, bayangkan barang lama tersebut bisa diubah menjadi apa

”Baju lama paling banter jadi keset kaki. Kenapa tidak diubah jadi barang baru? Dengan begitu, kita bisa memperpanjang usia barang agar tak langsung menjadi sampah,” demikian Wira Laga Bachtiar.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...