Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Indonesia Luncurkan Bursa Karbon,...

Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan Bursa Karbon pada hari Selasa lalu (26/9/23) ....

Limbah Sawit PTPN II...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II, anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara...

Potensi Pasar Masih Besar,...

German - Indonesian Forum on Potential Cooperation in Indonesia's Recycling Sector (Econid)Jakarta, Limbahnews.com...

Tipping Fee Bantargebang Rp...

Bekasi, Limbahnews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bakal menerima uang sebesar Rp 379...
BerandaCelebrityLeonardo DiCaprio dan...

Leonardo DiCaprio dan Aksi Heroiknya untuk Lingkungan

"Pemanasan global bukan hanya tantangan lingkungan No. 1 yang kita hadapi saat ini, tetapi menjadi satu di antara masalah terpenting yang dihadapi semua umat manusia". Leonardo DiCaprio_

Siapa yang tidak mengenal Leonardo DiCaprio, aktor tampan dengan kemampuan akting yang luar biasa. Namanya mencuat setelah sukses membintangi film terlaris ke-3 sepanjang masa, Titanic.

Terlepas dari karier aktingnya, pria yang akrab disapa Leo itu tak pernah lepas dari sorotan kamera. Kehidupan pribadinya pun menjadi konsumsi publik. Leo banyak digambarkan sebagai pria tampan, kaya yang dikelilingi oleh supermodel.

Tak heran jika dalam perannya sebagai Jordan Belfort dalam film The Wolf of Wall Street, Leo disebut sangat menjiwai lakonnya. Bahkan beberapa netizen menilai Leo tidak berakting dalam film tersebut, karena karakter Jordan sama dengan karakter Leo di kehidupan nyata.

Namun tahukah kamu bahwa aktor kelahiran Los Angeles, 11 November 1974 itu sudah lama menyelami isu krisis iklim. Ia bahkan mendirikan yayasan The Leonardo DiCaprio Foundation (LDF) saat usianya masih 23 tahun. Yayasan Leo tersebut berfokus pada permasalahan lingkungan.

Leonardo DiCaprio. Foto: Instagram.

Di awal pendirian, yayasan ini telah menyumbangkan Rp771 miliar untuk pelestarian lingkungan. LDF bahkan telah memberikan pendanaan lebih dari US$ 80 juta ke lebih 200 proyek penyelamatan lingkungan. Pada 2010 silam, Leo berdonasi US$1 juta untuk melestarikan populasi harimau di Rusia. Jumlah harimau di Rusia memang merosot drastis, dari 3.500 ekor hanya tersisa 100 ekor. Berkat aksinya itu, Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan memberikan julukan ‘muzhik’ untuk Leo. Sapaan khas Rusia itu ditujukan untuk pria sejati.

Leo juga menaruh uangnya di beberapa perusahaan vegan, termasuk di antaranya startup pangan yang memproduksi alternatif daging nabati, Beyond Meat.

Tampaknya, ia juga memanfaatkan karier aktingnya untuk membantu kampanye lewat film. Leo beberapa kali menjadi eksekutif produser untuk beberapa film tentang lingkungan dan perlidungan hewan, termasuk Before the Flood, Cowspiracy, dan Sea of Shadows.

Yang paling menarik dari Leonardo DiCaprio ialah ternyata ia menghitung jejak karbon yang ia hasilkan setiap hari. Hasilnya 11 ton karbon dioksida per tahun. Jumlah tersebut yang dikonversi menjadi penanaman pohon baru.

Nah, jika Leonardo DiCaprio saja sangat peduli lingkungan, masa kamu nggak?

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...