Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Bank Dunia Soal Daur...

Jakarta. Limbahnews.com - Negara-negara Asia Tenggara merugi sebanyak US$ 6 miliar atau Rp...

Indonesia Buang Makanan Rp...

Bogor, Limbahnews.com - Konsumsi makanan yang melebihi angka produksi memunculkan banyak permasalahan, mulai...

Waspadai Harga Plastik di...

Kapal khusus memuat limbah plastik dari lautan. (Ist)Jakarta, Limbahnews.com - Ada sedikit cahaya...

Omset Emiten Daur Ulang...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), produsen staple buatan/Recycled Polyester...
BerandaLimbahKiat Mengurangi Sampah...

Kiat Mengurangi Sampah Plastik

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, sampah plastik Indonesia mencapai 68 juta ton dan mengalami kenaikan sebanyak 70 juta ton di tahun 2022. Ini akan terus bertambah jika kesadaran akan dampak sampah plastik masih minim.

Sampah plastik tak bisa terurai begitu saja. Butuh waktu 10-15 tahun. Bahkan sejumlah jenis plastik baru bisa terurai setelah ratusan tahun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, sampah plastik Indonesia mencapai 68 juta ton dan mengalami kenaikan sebanyak 70 juta ton di tahun 2022.

Ini akan terus bertambah jika kesadaran akan dampak sampah plastik masih minim. Ironisnya, lingkungan tanah, air dan udara jadi sasaran utama. Jika sudah begitu, tentu akan berdampak dan kembali ke manusia.

Berbagai senyawa kimia dalam tumpukan sampah bisa menimbulkan beragam masalah kesehatan bagi manusia.

Solusi utamanya ialah mengurangi atau tidak sama sekali menggunakan plastik. Kamu bisa memulainya dengan langkah sederhana.

Membawa Botol Minum Sendiri

Ilustrasi penggunaan botol minum sendiri. Foto: Pexel.

Kebutuhan cairan memang sangat penting. Orang dewasa bahkan dianjurkan untuk meminum 3 liter air dalam sehari. Pastikan membawa botol minum sendiri dari rumah saat ingin ke kantor. Begitu pun dengan anak yang masih sekolah. Biasakan sedini mungkin untuk membawa bekal dan air dalam botol minuman sendiri.

Dengan begitu, kamu telah mengurangi sampah plastik dengan tidak membeli air minum kemasan. Selain sebagai bentuk peduli lingkungan, membawa air dengan botol sendiri juga lebih hemat.

Membawa Kantong Belanja Sendiri

Ilustrasi tas belanja. Foto: Pexel.

Semua belanjaan diplastikin. Bayangkan berapa plastik yang kamu gunakan setiap berbelanja. Belum lagi belanjaan yang kamu beli di supermarket juga menghasilkan sampah plastik. Ingat peyumbang sampah plastik nomor satu ialah supermarket. Inilah yang membuat sampah plastik menggunung tak terkendali.

Mulai sekarang, biasakan membawa kantong belanja sendiri, setidaknya kamu berkontribusi dengan mengurangi sampah pribadi.

Hindari Membeli Produk dengan Kemasan Plastik

Minuman kemasan plastik. Foto: Pexel.

Kesibukan membuat kita kadang tak sempat menyiapkan makanan. Tak jarang, seseorang memilih untuk membeli atau memesan makanan cepat saji. Upayakan pula untuk tidak membeli produk dengan kemasan sachet, pilihlah produk yang dikemas dengan ukuran besar sehingga bisa mengurangi sampah plastik. Jika memungkinkan, pilihlah produk yang dikemas dengan daun atau dalam botol kaca.

Hindari Penggunaan Sedotan Plastik

ILustrasi sedotan plastik. Foto: Pexel.

Sedotan plastik mungkin terlihat remeh karena berukuran kecil. Namun, kalian tentu sudah melihat dampaknya terhadap binatang laut yang terluka karena memakan sampah sedotan. Beberapa videonya bahkan sempat viral di media sosial.

Untuk itu, mulai dari sekarang jangan lagi menggunakan sedotan plastik yang sekali pakai. Kamu bisa menggantinya dengan sedotan aluminium atau sedotan ramah lingkungan yang terbuat dari bambu.

Recycle Sampah Plastik

Ilustrasi recycle sampah. Foto: Pexel.

Tidak semua plastik bisa didaur ulang. Namun, beberapa barang, seperti botol minuman dan sampah ember dan lain sebagainya bisa dilakukan proses recycle. Kamu bisa mengkreasikan sampah plastik tersebut menjadi hiasan, pot bunga atau barang lain yang bisa digunakan di rumah.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...