Jumat, Juli 12, 2024

Creating liberating content

Anthony Pratt, Miliarder Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Bukan rahasia lagi bagi turunan Yahudi menguasai ekonomi dunia. Rupanya...

Pemerintah Beri Insentif PPN,...

Jakarta, Limbahnews.com - Pemerintah saat ini terus memperbaiki ekosistem industri daur ulang sampah...

Imbas Corona, Industri Daur...

Ilustrasi sampah plastik impor (Artalab.id)Jakarta, Limbahnews.com - Pengusaha Jawa Timur (Jatim) mulai...

Waspadai Harga Plastik di...

Kapal khusus memuat limbah plastik dari lautan. (Ist)Jakarta, Limbahnews.com - Ada sedikit cahaya...
BerandaProfilKenalin Virginia Silva...

Kenalin Virginia Silva Lulusan Pascasarjana UGM yang Kerja di Tempat Sampah

Berkat pekerjaannya, Virginia Silva mendapat banyak pujian warganet. Mereka salut, anak muda seperti Virginia mau terjun dan bekerja di tempat sampah.

Pada akhir tahun 2022 lalu, Katadata merilis hasil survei Jajak Pendapat yang menunjukkan moyoritas kalangan milenial dan gen Z kini semakin peduli pada lingkungan.

Survei yang dilakukan terhadap 2.303 responden itu menyebutkan konsumen muda menerapkan gaya hidup yang ramah lingkungan dalam kesehariannya.

Mayoritas dari mereka berbelanja dengan tas belanja sendiri dan tidak menggunakan kantok plastik. Persentasenya bahkan mencapai 69,8%. Kemudian sebanyak 56,2% responden membeli produk ramah lingkungan. Dan sebanyak 46,4% responden mengumpulkan kemasan produk ke tempat daur ulang.

Kemudian sebanyak 42,1% responden membeli produk kemasan isi ulang, 36,2% yang memilih merek produk yang peduli lingkungan sosial, 45,2% responden yang berbelanja produk berbahan alami dan organik serta ada 32,5% responden yang mendaur ulang pakaian lama atau upcycling.

Semua pasti setuju bahwa media sosial memungkinkan kampanye lingkungan yang semula kecil, terbatas kemudian mampu melintasi ruang dan waktu. Dan saat ini mayoritas pengguna aktif media sosial ialah generasi milenial dan gen Z.

Saat ini sudah banyak gerakan anak muda yang peduli lingkungan digaungkan di media sosial. Salah satu yang mencuri perhatian dan sempat viral ialah Virginia Silva Giovanni. Ia merupakan lulusan pascasarjana UGM yang bekerja di pengelolaan sampah.

Virginian Silva. Foto: TikTok.

Melalui akun TikTok-nya, @virginiasilvag, ia mengaku sama sekali tak menyangka dirinya bekerja di tempat pengelolaan sampah.

“Lulusan S2 UGM ekspektasi kerja di kantor ternyata gue kerja di tempat sampah. Enggak ada ngira samsek bakal kerja di sini,” katanya.

Awalnya, Virginia merasa sulit beradaptasi dengan lingkungan kerjanya. Hal ini karena ia termasuk orang yang mudah terganggu dengan aroma tak sedap dari sampah.

Namun sering berjalannya waktu, Virginia terbiasa dengan pekerjaannya. Ia juga semakin mengerti akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kini Virginia memahami cara mengelolah sampah agar tidak mencemari lingkungan.

Banyak warganet yang memuji sikap Virginia. Mereka salut, anak muda seperti Virginia mau terjun dan bekerja di tempat sampah.

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...